Target Naik Kelas, Puluhan Perempuan Pelaku UMKM Jalani Mentoring Intensif

Perkuat Ekonomi Keluarga, 40 Ibu Rumah Tangga Ikuti Inkubasi Bisnis Tahap 2

Target Naik Kelas, Puluhan Perempuan Pelaku UMKM Jalani Mentoring Intensif

27 January 2025 18:19

Jakarta: Sebanyak 40 pelaku usaha mikro perempuan dari Jakarta dan Bekasi memulai fase inkubasi bisnis tahap kedua yang berlokasi di Juman Creative Hub, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Program ini merupakan kelanjutan dari pelatihan dasar kewirausahaan guna memastikan keberlanjutan unit usaha yang dikelola oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.

Kegiatan yang digelar Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE FOREVER tersebut menyasar para ibu rumah tangga yang sebelumnya telah menjalankan sistem penjualan pesanan (pre-order). Fokus utama pada tahap ini adalah transformasi dari usaha informal menuju unit bisnis yang memiliki legalitas dan standar pasar.

Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, fase inkubasi ini menekankan pada penguatan identitas usaha. Menurutnya, pelaku UMKM memerlukan pendampingan teknis agar tidak berhenti di level pelatihan awal.

"Kami mendorong agar keterampilan peserta terasah dan usaha mereka terdaftar sebagai pelaku UMKM resmi dengan produk unggulan," ujarnya.

Dalam program yang dijadwalkan berlangsung selama dua bulan ini, peserta akan melewati serangkaian pembekalan intensif. Materi utama meliputi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal sebagai syarat dasar distribusi produk secara luas.

Selain aspek legal, aspek teknis seperti manajemen keuangan, desain kemasan, serta penggunaan teknologi digital untuk pemasaran menjadi poin sentral. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) juga mulai diperkenalkan untuk menunjang efisiensi pemasaran digital para peserta.

Pada sesi pembukaan, penyelenggara menerapkan strategi pertukaran materi produksi antara peserta Jakarta dan Bekasi. Kelompok peserta yang sebelumnya fokus pada pembuatan Klappertaart saling berbagi teknik dengan kelompok penyedia menu sarapan siap saji.

Sekretaris Umum OK OCE FOREVER, Amalia Dwi Prihatiningsih, menyebutkan bahwa metode ini bertujuan agar pelaku usaha memiliki variasi produk yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.

"Proses ini dilakukan melalui pendampingan individu (one-on-one) agar pelaku UMKM dapat tumbuh lebih profesional dalam mengelola usahanya," jelas Amalia.

Program ini diharapkan mampu menciptakan standarisasi produk UMKM di tingkat akar rumput, sehingga para pelaku usaha dapat bersaing secara mandiri di pasar yang lebih luas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com