Pertamina Patra Niaga Jamin Distribusi Energi di Kepri

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Pertamina Patra Niaga Jamin Distribusi Energi di Kepri

Eko Nordiansyah • 9 August 2026 18:50

Batam: Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Riau, Rabu, 5 Agustus 2026. Kunjungan ini untuk meninjau langsung kesiapan operasional perusahaan, pengamanan objek vital nasional, serta pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
 
Kegiatan dipimpin Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, bersama Komisaris Bambang Suswantono dan Wanti Waranei F. Mamahit, serta Komisaris Independen Siti Zahra Aghnia ke Integrated Terminal Tanjung Uban, Satuan Pendidikan (Satdik) 1 TNI Angkatan Laut Tanjung Uban Batam.
 
“Peninjauan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan Dewan Komisaris untuk memastikan operasional dan distribusi energi berjalan dengan baik. Selain melihat kesiapan Integrated Terminal Tanjung Uban, kami juga membahas pengamanan objek vital nasional bersama TNI Angkatan Laut,” kata Sabar dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 9 Agustus 2026.
 
Integrated Terminal Tanjung Uban telah melayani distribusi energi selama hampir 100 tahun dan kini menjadi salah satu terminal dengan aktivitas penerimaan serta penyaluran BBM dan LPG yang tinggi. Sepanjang tahun 2025, terminal ini melayani sekitar 2.900 pergerakan kapal atau rata-rata lebih dari 200 kapal setiap bulan.
 
Di atas lahan seluas 247 hektare, Integrated Terminal Tanjung Uban memiliki kapasitas tangki penyimpanan mencapai 401 ribu kiloliter (KL) BBM dan 93.500 metrik ton (MT) LPG. Dari Tanjung Uban, BBM disalurkan ke sejumlah wilayah di sepanjang pesisir timur Sumatera, terutama Sumatera bagian utara dan sebagian Sumatera bagian selatan, serta ke Kalimantan Barat. 
(Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Riau. Foto: Dok istimewa)

Jaga kelancaran distribusi energi

Direktur Kepatuhan dan Kelembagaan Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya menyampaikan, tingginya aktivitas kapal dan luasnya wilayah penyaluran menunjukkan pentingnya peran Integrated Terminal Tanjung Uban dalam menjaga kelancaran distribusi energi. Pada kesempatan ini manajemen mendengarkan langsung berbagai tantangan operasional yang dihadapi pekerja di lapangan.
 
“Integrated Terminal Tanjung Uban merupakan salah satu terminal yang sangat sibuk dan menjadi tulang punggung distribusi energi di Sumatera, serta turut mendukung penyaluran ke Kalimantan,” ungkapnya.
 
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Satdik 1 Tanjung Uban dan Program Kampung Bahari Si Pelaut di Batam. Di Satdik 1 Tanjung Uban, rombongan berdiskusi bersama jajaran TNI Angkatan Laut mengenai sinergi pengamanan objek vital nasional dan dukungan terhadap kelancaran distribusi energi.
 
“Dengan aktivitas yang sangat tinggi, maka kesiapan fasilitas, keandalan operasional, serta pengamanan objek vital nasional harus terus dijaga agar distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar,” ucap Kadek.
 
Selanjutnya, jajaran komisaris melihat langsung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Kampung Bahari Si Pelaut. Program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut ini merupakan binaan Aviation Fuel Terminal Hang Nadim di Batam.

(Eko Nordiansyah)