Denmark kembali membuka kedutaan di Damaskus, Suriah, setelah 14 tahun. (Anadolu Agency)
Denmark Kembali Buka Kedutaan Besar di Suriah setelah 14 Tahun
Willy Haryono • 1 September 2026 08:10
Damaskus: Denmark kembali membuka kedutaan besarnya di Damaskus, Suriah, pada Senin, 31 Agustus 2026, setelah ditutup selama 14 tahun.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen juga mengumumkan tambahan bantuan senilai USD76 juta untuk mendukung pemulihan dan stabilitas Suriah.
Rasmussen menghadiri upacara pembukaan kembali kedutaan bersama Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani, menurut kantor berita resmi SANA.
Al-Shaibani menyebut pembukaan kembali kedutaan tersebut sebagai “babak baru” dalam hubungan Suriah-Denmark. Ia berharap langkah tersebut dapat mendorong negara-negara Eropa lainnya meningkatkan keterlibatan serta investasi di Suriah.
Sementara itu, Rasmussen mengatakan dana tambahan USD76 juta akan digunakan untuk mendukung pemulihan awal, stabilisasi, serta kepulangan para pengungsi Suriah.
Ia juga mengatakan warga Suriah yang selama ini berlindung di Denmark dapat membawa keterampilan dan pengalaman mereka untuk membantu proses pembangunan kembali negara tersebut ketika kembali ke tanah air.
Denmark Dukung Pemulihan Suriah
Setelah menghadiri pembukaan kembali kedutaan, Rasmussen bertemu dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di Istana Rakyat di Damaskus.Menurut Kepresidenan Suriah, pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral dan kerja sama dalam pemulihan serta rekonstruksi Suriah.
Kedua pihak juga membahas upaya mendukung stabilitas di negara tersebut.
Pembukaan kembali kedutaan Denmark menjadi salah satu langkah terbaru negara Eropa dalam memperkuat kembali hubungan dengan Suriah setelah lebih dari satu dekade konflik dan ketidakstabilan.
Baca juga: Pertama dalam 14 Tahun, Penerbangan Langsung Jerman-Suriah Kembali Dibuka