Menteri Maman: UMKM Perlu Kuasai Pasar Domestik Sebelum Ekspor

Pelaku UMKM membersihkan produk kerajinan berbahan kayu di Pasar Seni Tradisional, Tabanan, Bali, Minggu (30/8/2026). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nz

Menteri Maman: UMKM Perlu Kuasai Pasar Domestik Sebelum Ekspor

Siti Yona Hukmana • 1 September 2026 18:00

Jakarta: Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya pengusaha UMKM memperkuat fundamental usaha dan menguasai pasar domestik sebelum memperluas pasar ke tingkat global melalui ekspor. Dia memastikan mendukung 100 persen UMKM untuk ekspor.

"Boleh kita support teman-teman untuk ekspor, 100 persen kita dukung. Tetapi pastikan kualitas produk mereka di domestik juga sudah kuat. Jangan sampai kita ekspor satu kali, setelah itu tidak berlanjut," ujar Maman dalam kegiatan Kopdar Ekspor di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 1 September 2026.

Menurut Maman, pasar domestik menjadi ruang bagi pengusaha UMKM untuk menguji kualitas dan konsistensi produk, meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat tata kelola usaha, serta memahami kebutuhan konsumen. Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi UMKM ketika memasuki pasar internasional yang memiliki tingkat persaingan dan standar lebih kompleks.

"Tidak ada pengusaha di mana pun yang tidak memulai dari pasar lokal mereka. Kita sering belum apa-apa sudah memikirkan ekspor, tetapi lupa memperkuat pasar domestik," kata Maman.

Maman menegaskan penguatan pasar domestik dan ekspansi ekspor bukan dua agenda yang bertentangan. Keduanya perlu berjalan beriringan agar UMKM memiliki ketahanan usaha di dalam negeri sekaligus mampu meningkatkan daya saing untuk menangkap peluang pasar global.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Foto: Metro TV/Duta Erlangga.

Maman menjelaskan besarnya pasar domestik Indonesia merupakan kekuatan yang perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pengusaha UMKM nasional. Penguasaan pasar dalam negeri yang semakin kuat diharapkan memberikan ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan meningkatkan skala usaha sebelum memperluas jangkauan produknya ke berbagai negara.

"Pasar domestik adalah benteng pertahanan kita. Kita boleh keluar untuk ekspor, tetapi jangan sampai benteng kita sendiri kosong dan dikuasai produk dari luar," ujar Maman.

Selain penguasaan pasar, Maman menekankan pentingnya penguatan manajemen keuangan sebagai bagian dari fundamental usaha. Menurut dia, akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas produksi perlu diikuti kemampuan mengelola keuangan secara disiplin agar pertumbuhan usaha berlangsung sehat dan berkelanjutan.

Dia menambahkan Kementerian UMKM terus memperkuat peran Smesco sebagai lembaga layanan pemasaran UMKM, termasuk dalam memetakan kesiapan pengusaha UMKM serta membuka dan memperluas akses pasar bagi produk Indonesia.

(Siti Yona Hukmana)