Booth MAKS di Coinfest Asia 2026. Foto: dok MAKS.
Pemanfaatan Aset Kripto Lewat Inovasi Terus Diperluas
Husen Miftahudin • 26 August 2026 16:37
Jakarta: PT Mitra Kripto Sukses (MAKS), Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperkuat pengembangan ekosistem aset kripto Indonesia melalui kolaborasi dengan Amanode dan stablecoin Rupiah, IDRX.
Kolaborasi tersebut diperkenalkan dalam gelaran Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Pantai Melasti, Bali, pada 20–21 Agustus 2026. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan aset kripto melalui berbagai use case dan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi pengguna.
Melalui kolaborasi tersebut, MAKS mempertemukan akses perdagangan aset keuangan digital, infrastruktur likuiditas berbasis aset kripto, serta stablecoin Rupiah sebagai lapisan likuiditas dan penyelesaian transaksi dalam satu ekosistem.
Dalam rangkaian aktivitas tersebut, pengguna dapat mengikuti sejumlah tahapan dan memperoleh rewards sesuai mekanisme yang telah ditentukan. Skema ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengenal sekaligus merasakan keterhubungan berbagai komponen dalam ekosistem aset digital.
Bagi MAKS, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari peran PAKD dalam mendorong perkembangan ekosistem aset keuangan digital yang lebih luas. Pengembangan tidak hanya dilakukan melalui aktivitas perdagangan, tetapi juga dengan membuka ruang bagi produk, teknologi, dan use case baru.
Selain itu, kolaborasi tersebut menunjukkan potensi stablecoin Rupiah untuk digunakan tidak hanya sebagai aset digital yang merepresentasikan nilai Rupiah, tetapi juga sebagai settlement dan liquidity layer bagi berbagai produk keuangan digital berbasis ekosistem aset kripto.
"Kami melihat inovasi produk sebagai bagian penting dalam meningkatkan utilitas aset kripto bagi masyarakat Indonesia. Kolaborasi kami bersama Amanode dan IDRX menunjukkan bahwa aset kripto dapat dikembangkan menjadi instrumen yang semakin produktif, dengan tetap mengedepankan tata kelola, transparansi, dan kerangka regulasi yang berlaku," kata Direktur MAKS Michael dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.
Jembatani kebutuhan likuiditas
Amanode melihat MAKS sebagai PAKD yang mendukung inovasi dengan menghadirkan layanan untuk menjembatani kebutuhan pengguna atas kepemilikan aset kripto dan likuiditas Rupiah secara lebih fleksibel.
"Banyak pemilik aset kripto membutuhkan likuiditas, tetapi pada saat yang sama tidak ingin langsung melepaskan eksposur terhadap aset yang mereka miliki. Amanode dibangun untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui mekanisme repurchase yang terstruktur dan transparan," jelas Direktur PT Alpha Cipta Inovasi (Amanode) Corry Lamria.
Sementara itu, IDRX menilai uji coba tersebut menjadi langkah untuk memperluas fungsi stablecoin Rupiah sebagai infrastruktur penyelesaian transaksi di ekosistem aset digital.
"Stablecoin Rupiah seharusnya tidak berhenti hanya sebagai representasi Rupiah di blockchain. Kami ingin IDRX menjadi bagian dari infrastruktur yang memungkinkan lahirnya berbagai produk keuangan digital baru berbasis Rupiah. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Rupiah dapat memiliki peran nyata sebagai settlement dan liquidity layer di ekonomi digital," papar CEO IDRX Nathanael Christian.

(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
Diperkenalkan di Coinfest Asia 2026
Coinfest Asia 2026 yang berlangsung pada 20–21 Agustus 2026 di Pantai Melasti, Bali, menjadi ruang bagi MAKS dan mitra ekosistemnya untuk memperkenalkan inovasi tersebut kepada pengguna dan komunitas aset digital dari berbagai negara.
Kehadiran MAKS dalam ajang tersebut juga ditujukan untuk mendekatkan inovasi aset digital kepada pengguna melalui pengalaman yang lebih sederhana dan interaktif. Pengguna dapat melihat implementasi use case yang menghubungkan perdagangan aset kripto, fasilitas likuiditas, dan stablecoin Rupiah dalam satu ekosistem.
Kolaborasi MAKS, Amanode, dan IDRX menunjukkan perkembangan infrastruktur aset keuangan digital Indonesia yang mulai bergerak dari aktivitas perdagangan menuju pemanfaatan aset kripto sebagai instrumen keuangan yang lebih produktif.
Dalam skema tersebut, PAKD berperan sebagai titik akses pengguna, Amanode menyediakan infrastruktur likuiditas, sedangkan IDRX berperan sebagai stablecoin Rupiah yang menyediakan lapisan likuiditas dan penyelesaian transaksi.
Inisiatif tersebut diharapkan menjadi salah satu fondasi pengembangan inovasi produk aset keuangan digital nasional sekaligus memperkuat peran Rupiah sebagai denominasi dan lapisan penyelesaian transaksi dalam ekonomi digital berbasis blockchain.