Petugas gabungan melakukan penyisiran untuk memadamkan kepulan asap di Gunung Butak, Jawa Timur, Senin (1/9/2026). ANTARA/HO-Pusdalops BPBD Kabupaten Malang
Perhutani Pastikan Karhutla di Gunung Butak Padam, 15 Hektare Terdampak
Lukman Diah Sari • 1 September 2026 22:14
Malang: Perum Perhutani menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, Jawa Timur, berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada Senin, 1 September 2026. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB.
"Kebakaran yang terjadi telah dilakukan pemadaman dan sampai dengan pukul 16.00 WIB sudah padam," kata Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Kelik Djatmiko, melansir Antara, Selasa, 1 September 2026.
Kelik menyatakan, petugas di lapangan saat ini tengah melakukan pemantauan dan penyisiran di lokasi terdampak kebakaran. Langkah ini guna memastikan tidak ada lagi titik panas atau kemunculan api baru.
Pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Namun, Kelik memastikan peristiwa itu bukan dipicu oleh aktivitas para pendaki.
"Titik kebakaran ada di antara Pos 3 dan Pos 4 itu di sebelah barat kurang lebih satu kilometer dari jalur pendakian. Jadi tidak pada jalur pendakian, masih jauh," ucap Kelik.
Perum Perhutani mengungkapkan area Gunung Butak yang terdampak kebakaran berstatus sebagai hutan lindung. Adapun objek yang terbakar meliputi semak-semak serta pohon-pohon yang masih dalam kondisi tumbuh. Berdasarkan penghitungan sementara, luas lahan yang terdampak karhutla mencapai sekitar 15 hektare.

Suasana basecamp di Gunung Butak/BPBD Kota Batu
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, pihak Perhutani memberlakukan penutupan sementara pada jalur pendakian Gunung Butak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong. Kebijakan ini akan terus berlaku hingga situasi di kawasan tersebut benar-benar dinyatakan aman dan steril dari titik panas.
"Istilahnya bukan evakuasi, tetapi kami mengimbau supaya (pendaki) segera turun dan meninggalkan puncak. Sampai saat ini kondisi kondusif. Untuk hari ini ada 182 pendaki hampir turun semuanya dan beberapa masih dalam perjalanan," jelas dia.