Prabowo Instruksikan Tambah Tenda Sekolah Darurat di NTT

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi di Bataliyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, NTT. Foto: BMPI Setpres.

Prabowo Instruksikan Tambah Tenda Sekolah Darurat di NTT

Gabriella Thesa Widiari • 26 August 2026 22:46

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penambahan tenda sekolah darurat bagi siswa terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Negara menekankan, kegiatan belajar mengajar tidak boleh terhenti. 

Hal itu disampaikan dalam  rapat koordinasi penanganan dampak bencana di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

“Sekolah enggak boleh berhenti, jadi tambah tenda,” kata Prabowo, dilansir dari Antara, Rabu, 26 Agustus 2026.

Dalam kunjungannya ke NTT, Prabowo juga sempat mendatangi tenda-tenda pengungsi dan menyapa warga. Dia menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan langkah sementara dan perbaikan agar kegiatan sekolah dapat segera kembali berjalan.

“Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, segera kita jalankan mungkin untuk keamanan, sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mendampingi masyarakat dalam menghadapi dampak bencana hingga kondisi kehidupan warga kembali normal.

“Percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara,” ujar Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto meninjau posko pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo. Foto: Antara.

Adapun dalam rapat koordinasi, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus melaporkan bahwa 80 persen sekolah di daerahnya tidak dapat berfungsi dengan baik. Sebab bangunan sekolah rusak akibat gempa pada 15 Agustus 2026.

“Jadi, saya mohon bantuan Bapak untuk memperhatikan dengan kementerian terkait supaya bisa menghadirkan tenda-tenda untuk belajar,” kata Simplisius.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan tenda BNPB dapat digunakan sementara sebagai sekolah darurat. Tenda tersebut memiliki kapasitas sekitar 40 hingga 45 orang.

“Kementerian Dikdasmen juga sudah menyiapkan tenda-tenda sekolah, sekarang sedang dalam proses pengiriman,” kata Suharyanto.

(Gabriella Thesa Widiari)