Gedung Peninggalan Belanda di Bumiayu Ambruk, Dua Anak Tewas

Warga menyaksikan gedung peninggalan Kolonial Belanda yang ambruk (Gedung Hog Wan). MI/Supardji Rasban

Gedung Peninggalan Belanda di Bumiayu Ambruk, Dua Anak Tewas

Supardji Rasban • 30 August 2026 13:10

Brebes: Gedung Hogwan, bangunan peninggalan masa kolonial Belanda di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ambruk pada Minggu, 30 Agustus 2026. Reruntuhan bangunan menimpa tiga rumah warga dan menyebabkan dua anak meninggal dunia.

Gedung tersebut berada di Jalan Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu. Bangunan ambruk sekitar pukul 05.30 WIB. Material bangunan yang runtuh menutup akses jalan di sekitar lokasi sekaligus menghantam tiga rumah warga.

Ketiga rumah tersebut masing-masing milik Feti, Marto, dan Imam. Kondisi rumah mengalami kerusakan parah setelah tertimpa reruntuhan.

Dua korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Nara, 4 tahun, dan Arfa, 6 tahun. Keduanya berada di sekitar lokasi saat bangunan ambruk.

Peristiwa runtuhnya gedung tua tersebut mengundang perhatian warga. Sejumlah masyarakat mendatangi lokasi untuk melihat kondisi bangunan serta proses penanganan yang dilakukan petugas.
 


Saksi Muhammad Irwanto dan Muhammad Lutfi Fauzi mengatakan penyebab ambruknya Gedung Hogwan belum diketahui. Selama ini, bangunan peninggalan kolonial Belanda tersebut digunakan sebagai tempat berlatih bulu tangkis.

“Kami belum mengetahui, penyebab ambruknya gedung ini. Yang jelas gedung ini sudah tua daan selama ini menjadi tempat berlatih bad minton,” ujar Muhammad Irwanto, Minggu, 30 Agustus 2026.


Warga menyaksikan gedung peninggalan Kolonial Belanda yang ambruk (Gedung Hog Wan). MI/Supardji Rasban

Dugaan awal menyebut kondisi bangunan yang sudah tua menjadi salah satu faktor runtuhnya gedung. Namun, penyebab pasti ambruknya bangunan masih menunggu pemeriksaan dan keterangan resmi pihak berwenang.

Petugas masih melakukan penanganan di lokasi kejadian. Material bangunan yang menutup jalan serta bagian rumah warga yang terdampak masih dalam proses penanganan.

Data mengenai dampak kerusakan dan total kerugian juga masih dalam pendataan. Penyebab pasti runtuhnya Gedung Hogwan serta informasi lengkap mengenai peristiwa tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwajib.

(Whisnu M)