Ilustrasi: Freepik
Salat Istikharah: Waktu, Tata Cara, Niat, dan Doa
Riza Aslam Khaeron • 8 September 2026 07:00
Jakarta: Dalam kehidupan, seseorang kerap dihadapkan pada berbagai pilihan sulit, mulai dari urusan pekerjaan, pendidikan, jodoh, hingga berbagai keputusan penting lainnya. Ketika pertimbangan akal belum juga menghasilkan keyakinan, umat Islam dianjurkan untuk memohon petunjuk kepada Allah Swt. melalui salat Istikharah.
Salat Istikharah merupakan salat sunah yang sangat dianjurkan ketika seseorang menghadapi beberapa pilihan atau urusan yang memerlukan petunjuk Allah Swt. Ibadah ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual sekaligus penyerahan diri secara penuh agar dianugerahi pilihan yang membawa kebaikan dunia dan akhirat.
Salat Istikharah dapat dikerjakan ketika seseorang merasa ragu dalam menentukan pilihan yang diperbolehkan oleh agama, misalnya memilih tempat kerja, pasangan hidup, institusi pendidikan, maupun keputusan penting lain yang memiliki beberapa kemungkinan.
Lantas, bagaimana bacaan doa salat Istikharah, waktu pelaksanaan, serta tata cara pengerjaannya? Berikut ulasan selengkapnya.
Waktu Salat Istikharah
Salat Istikharah tidak memiliki batas waktu khusus. Ibadah ini dapat dilaksanakan pada siang maupun malam hari, selama tidak dikerjakan pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan salat sunah.Mengutip penjelasannya dari laman Muhammadiyah, terdapat lima waktu yang melarang umat Islam untuk melaksanakan salat, termasuk salat Istikharah, yaitu:
- Setelah salat Subuh hingga terbitnya matahari.
- Saat matahari mulai terbit hingga naik setinggi satu anak panah.
- Ketika matahari berada tepat di tengah-tengah langit hingga masuk waktu salat Zuhur.
- Waktu matahari tampak kekuningan hingga terbenam.
- Setelah salat Asar hingga terbenamnya matahari.
Tata Cara Salat Istikharah
Salat Istikharah dikerjakan sebanyak dua rakaat di luar salat fardu. Hal ini berlandaskan hadis riwayat Al-Bukhari dari Jabir bin Abdullah r.a. Berikut tata cara pelaksanaannya:- Niat mengerjakan salat sunah Istikharah.
- Takbiratulihram.
- Membaca Surat Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surah dalam Al-Qur'an. Menurut penjelasannya di NU Online, Surat Al-Kafirun dianjurkan untuk dibaca pada rakaat pertama.
- Rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.
- Membaca Surat Al-Fatihah dan dianjurkan dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Ikhlas.
- Berdiri kembali untuk menunaikan rakaat kedua.
- Menyelesaikan rakaat kedua hingga salam.
- Setelah salam, dilanjutkan dengan membaca doa Istikharah serta menyebutkan perkara yang sedang dimohonkan petunjuknya kepada Allah Swt.
Niat Salat Istikharah
.jpg)
Ushalli sunnatal istikharati rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: “Aku berniat salat sunah Istikharah dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
Lafal niat tersebut juga dicantumkan oleh NU Online dalam panduan tata cara pelaksanaan salat Istikharah.
Doa Salat Istikharah
Setelah menyelesaikan dua rakaat salat, umat Islam dianjurkan membaca doa Istikharah yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Al-Bukhari, setelah membaca doa tersebut, seseorang dapat menyebutkan secara spesifik urusan yang sedang dimintakan petunjuknya..jpg)
Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina muhamamdin, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa la aqdiru, wa ta’lamu wa la a’lamu, wa anta ‘allamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amra khairun li fi dini wa dun-yaya wa ‘aqibati amri ‘ajilihi wa ajilihi faqdurhu li wa barik li fihi tsumma yassirhu li. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amra syarrun li fi dini wa dun-yaya wa ‘aqibati amri ‘ajilihi wa ajilihi fashrifni ‘anhu washrfhu ‘anni waqdur liyal khaira haitsu kana ainama kanu innaka ‘ala kulli syai-in qadir. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhamamdin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, akhir urusanku, diniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Sesungguhnya engkau Yang Maha Bisa atas segala sesuatu."
Isi doa tersebut pada intinya memohon agar perkara yang baik dipermudah serta diberkahi, sedangkan perkara yang buruk dijauhkan. Setelah membacanya, seseorang dapat menyebutkan secara khusus urusan yang sedang dimohonkan petunjuknya kepada Allah Swt.
Dengan demikian, salat Istikharah bukan hanya dikerjakan agar keinginan pribadi dikabulkan, melainkan sebagai ikhtiar memohon keputusan terbaik dari Allah Swt. Sikap ini menjadi wujud nyata tawakal setelah seseorang melakukan pertimbangan matang dan ikhtiar maksimal dalam menentukan pilihan.