Hampir 11 Ribu Kali Gempa Susulan Guncang NTT

Sejumlah gempa susulan di NTT. (BMKG)

Hampir 11 Ribu Kali Gempa Susulan Guncang NTT

Lukman Diah Sari • 2 September 2026 09:12

Jakarta: Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus diguncang gempa bumi susulan pascagempa utama bermagnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Selasa, 1 September 2026, jumlah gempa susulan nyaris mencapai 11 ribu kali.

"Update gempa bumi susulan gempa Flores hingga 1 September 2026 pukul 17.00 WIB, total gempa bumi susulan: 10.937," sebut BMKG dalam akun resminya, dikutip pada Rabu, 2 September 2026.

BMKG mengungkapkan, kekuatan guncangan gempa susulan tersebut bervariasi, dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,2 dan yang terkecil M 0,6.

"Magnitudo di atas 5 terjadi 36 kali. Sedangkan gempa susulan dirasakan sebanyak 164 kali," papar BMKG.

Teranyar, gempa yang turut dirasakan oleh warga NTT terjadi di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa, 1 September 2026, pukul 15.24 WIB, dengan kekuatan M 2,6.

"Gempa ini dirasakan Skala III MMI di Kabupaten Manggarai," sebut BMKG.


Gempa di Manggarai Timur, NTT, Selasa, 1 September 2026. (BMKG)

Pusat gempa tersebut berada di laut, tepatnya 22 kilometer barat daya Borong. Berdasarkan catatan BMKG, gempa dangkal itu memiliki kedalaman 3 kilometer.

Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa tingginya frekuensi gempa susulan merupakan proses alami pelepasan sisa energi agar kerak bumi kembali mencapai titik keseimbangan baru. Berdasarkan pemantauan instansinya, grafik aktivitas kegempaan susulan secara umum telah menunjukkan tren peluruhan (menurun) dan diperkirakan berangsur stabil dalam 21 hingga 30 hari ke depan, atau sekitar akhir September 2026.

"Namun, perlu kami tegaskan juga, ini bukan berarti setelah tanggal tersebut gempa tidak dapat terjadi," ujar Nelly mengutip laman resmi BNPB.

(Lukman Diah Sari)