IRGC mengklaim sejumlah tentara AS tewas dalam serangan di Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. (Anadolu Agency)
IRGC Klaim Sejumlah Tentara AS Tewas dalam Serangan di Pangkalan Udara Kuwait
Muhammad Reyhansyah • 2 September 2026 13:52
Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim sejumlah personel militer Amerika Serikat tewas dalam serangan rudal dan drone terhadap Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait pada Rabu, 2 September 2026.
Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan pasukan daratnya melancarkan serangan gabungan rudal dan drone terhadap markas serta fasilitas tempat tinggal komandan AS di pangkalan tersebut.
Klaim mengenai adanya korban dalam serangan di Kuwait belum dikonfirmasi oleh pihak Amerika Serikat.
IRGC juga menyatakan serangan menyebabkan hanggar drone dan landasan peluncuran drone terbakar. Sejumlah drone yang disebut pernah digunakan dalam serangan terhadap Iran diklaim hancur.
Menurut IRGC, serangan terhadap Pangkalan Udara Ali Al Salem dilakukan secara bersamaan dengan serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, dan Erbil.
IRGC menyebut serangan tersebut merupakan aksi balasan atas serangan AS terhadap sebuah rumah warga di Sirik, Iran selatan, sehari sebelumnya.
Kelompok tersebut mengklaim serangan AS di Sirik mengenai kawasan yang dihuni warga dan menyebabkan hampir 70 orang menjadi korban, termasuk empat orang tewas. Salah satu korban tewas disebut merupakan seorang anak.
Kepada masyarakat Kuwait, IRGC menegaskan serangannya ditujukan terhadap keberadaan militer AS di Kuwait, bukan rakyat Kuwait.
IRGC juga menyerukan agar pasukan Amerika Serikat ditarik dari Kuwait.
Serangan tersebut berlangsung setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Selasa kemarin mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target milik IRGC di Iran.
Setelah pengumuman tersebut, media Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di Pulau Qeshm serta wilayah Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak.
Baca juga: Kuwait Klaim Berhasil Gagalkan Serangan Drone Iran, Tak Ada Korban Jiwa