Hasil Panen Kopi di Temanggung Diprediksi Turun Akibat Cuaca

Ilustrasi kopi. Foto: dok MI

Hasil Panen Kopi di Temanggung Diprediksi Turun Akibat Cuaca

Silvana Febiari • 8 April 2026 15:46

Temanggung: Hasil panen kopi di Kabupaten Temanggung tahun ini diperkirakan turun sekitar 15–20 persen dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama kemarau basah tahun lalu yang berdampak pada hasil panen tahun ini.

"Kami melihat pembungaan tanaman kopi tahun lalu memang terpengaruh cuaca kemarau basah, sehingga mengakibatkan gangguan pada formasi bunga kopi," kata Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Sumarno, dilansir dari Antara, Rabu, 8 April 2026. 

Ia menyampaikan, hal ini menyebabkan sebagian bunga kopi rontok. Pihaknya memprediksi penurunan hasil panen sekitar 15-20 persen dibandingkan tahun lalu.
 


Sumber utama kopi yang ditanam di wilayah Temanggung berupa varietas arabika dipanen sekitar bulan Mei-Juni, kemudian robusta panen pada bulan Mei-Juni. Para petani mengakui kondisi cuaca yang tidak menentu tahun lalu berpengaruh hasil panen tahun ini.

Tahun lalu, hasil panen kopi di Kabupaten Temanggung tercatat mencapai sekitar 9.000 ton. Namun, dengan pengaruh kondisi iklim yang tidak menentu tersebut, para petani memperkirakan panen kopi tahun ini akan mengalami penurunan produksi.

"Meskipun demikian, mereka tetap optimis pasokan kopi dari Temanggung masih akan mencukupi kebutuhan pasar lokal, baik untuk pedagang maupun perusahaan-perusahaan pengolah kopi," ungkapnya.


Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Sumarno memberi keterangan pada pers di Temanggung, Rabu, 8 April 2026. ANTARA/Heru Suyitno


Ia menyebutkan, Temanggung yang terkenal dengan kualitas kopi robusta dan arabika, memiliki pembeli-pembeli lokal yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Candiroto, Ngadirejo, dan Kandangan. Selain itu, ada pula pembeli-pembeli dari perusahaan-perusahaan besar.

Meskipun menghadapi tantangan akibat fluktuasi cuaca, katanya, para petani kopi Temanggung tetap berharap dapat menghasilkan panen terbaik dan memenuhi permintaan pasar. Seiring berjalannya waktu, mereka optimis produksi kopi Temanggung akan kembali pulih dan berkembang dengan dukungan berbagai program pemerintah dan kerja sama dengan pihak swasta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)