Sumarno kuli panggul di Pasar Tunjungan, Kabupaten Blora calon haji. MI
20 Tahun Menabung, Mimpi Sumarno Kuli Panggul Pasar Pergi Haji Segera Terwujud
Media Indonesia • 14 April 2026 11:39
Blora: Pagi masih baru saja merekah di Pasar Tunjungan, Kabupaten Blora yang mulai disibukkan oleh para pedagang dan pembeli. Kegiatan bongkar muat barang dagangan terus berlangsung khas suasana pasar tradisional.
Di tengah keramaian, tampak seorang pria yang tidak lagi muda. Ia mengenakan topi lusuh, baju batik, dan celana pendek hitam. Pria itu sibuk memindahkan tumpukan karung berukuran sedang dari sebuah mobil pikap ke dalam lapak dengan cara memanggulnya di pundak.
Keringat bercucuran membasahi dahi dan bajunya. Itulah Sumarno, 63, seorang kuli panggul dengan tubuh yang masih terlihat kokoh. Puluhan tahun sudah ia bergelut di Pasar Tunjungan, Blora. Ia tak pernah mengeluh, meskipun hasil yang didapat tidak besar.
"Setiap hari pendapatan berkisar Rp30-40 ribu dicukupkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga," ujar Sumarno dikutip Media Indonesia, Selasa, 14 April 2026.
Penghasilan yang tidak seberapa untuk masa sekarang ini, bagi Sumarno, tetap disyukuri. Yang terpenting, ia masih bisa menyisihkan uang Rp4.000 hingga Rp5.000 per hari untuk ditabung. Uang itu menjadi bekal mewujudkan keinginan yang sudah 20 tahun lamanya, yakni berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Perjuangan meraih cita-cita dapat menunaikan ibadah haji bagi Sumarno tidaklah mudah. Bahkan, tidak sedikit cibiran yang harus ia terima. Banyak pihak meragukan kemampuannya mengingat kondisi ekonominya yang pas-pasan.
"Ya banyak yang bilang, untuk makan sehari saja susah, kok mau berhaji," ujar Sumarno.
Namun, ketekunan menabung dan keyakinan tidak pernah mengendurkan semangatnya. Sebelumnya, ia sempat gagal berangkat karena pandemi covid-19. Bagi Sumarno, kegagalan itu menjadi ujian kesabaran.
Meskipun sempat gagal, Sumarno tetap berjuang menyisihkan penghasilannya yang tidak besar. Pekerjaan sebagai kuli panggul telah ia geluti sejak tahun 1985. Setelah 20 tahun menabung, Sumarno kini dapat tersenyum lebar. Cita-cita yang sudah lama diimpikan sudah di depan mata.

Ilustrasi haji. Foto: Dok. Kementerian Agama.
Namanya kini telah tercatat menjadi calon jemaah haji bersama 787 calon haji asal Kabupaten Blora tahun 2026. Sumarno dijadwalkan berangkat pada 5 Mei mendatang. Meski demikian, ia tetap menjalani kegiatan rutinnya sebagai kuli panggul di Pasar Tunjungan.
Setiap hari seusai menjalankan salat subuh, Sumarno berangkat dari rumah kayu sederhana bercat hijau kusam. Ia mengendarai sepeda motor menuju pasar. Pekerjaannya mengangkat barang dagangan milik orang lain dari mobil ke lapak atau sebaliknya. Jasa yang diberikan rata-rata Rp2.000 per karung.