Capai 32,43 Persen, KSP Tinjau Progres Pembangunan Sekolah Rakyat  di DIY

Peninjauan progres pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Senin, 13 April 2026. Istimewa

Capai 32,43 Persen, KSP Tinjau Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di DIY

Whisnu Mardiansyah • 14 April 2026 22:33

Jakarta: Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan verifikasi lapangan terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Senin, 13 April 2026. Tenaga Ahli Utama KSP, Armindo Dos Santos Soares, menyampaikan secara umum progres pekerjaan menunjukkan perkembangan positif. Hal itu ditambah dengan optimisme dari seluruh pihak yang terlibat.

"KSP melihat bahwa progres pekerjaan di kedua lokasi berjalan dengan baik, terlepas dari kendala teknik yang ada. Baik dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum maupun penyedia jasa optimis dengan progres pekerjaan yang terjadi. Hal ini dapat terlihat jelas dari realisasi progres di lapangan, yang mana kedua Sekolah Rakyat tersebut memiliki persentase yang cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa lokasi lainnya," ujar Armindo Dos Santos Soares dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 14 April 2026.

Berdasarkan hasil verifikasi, progres pembangunan Sekolah Rakyat di DIY telah mencapai 32,43 persen. Sementara di Kabupaten Pati mencapai 28,71 persen. Di lokasi DIY yang berada di Kelurahan Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, proyek dengan nilai kontrak Rp214,99 miliar telah memasuki tahap konstruksi struktur dan pengembangan kawasan di berbagai zona bangunan.

KSP mencatat sejumlah temuan positif di lapangan, antara lain ketersediaan alat dan material yang memadai, pekerjaan konstruksi yang berjalan paralel di berbagai zona, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui penambahan personel dan penyesuaian manajemen lapangan.
 


Meski demikian, KSP menekankan perlunya percepatan pekerjaan untuk mengejar deviasi progres yang masih terjadi. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026. Dengan demikian, fasilitas Sekolah Rakyat dapat dimanfaatkan pada awal Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Sebagai bagian dari mandat Perpres Nomor 17 Tahun 2026, KSP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pembangunan hingga tahap penyelesaian.

"KSP akan mendampingi proses dan membantu memastikan agar target penyelesaian sesuai yang direncanakan. Akan melakukan pengawalan dan melaksanakan fungsi debottlenecking terhadap masalah-masalah, baik teknis maupun non teknis. Membantu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait baik untuk mempercepat maupun dalam upaya penyelesaian hambatan-hambatan dalam pencapaian target," ujar Armindo Dos Santos Soares.

Selain itu, KSP juga mendorong penguatan pengawasan di lapangan agar percepatan pekerjaan tetap menjaga kualitas konstruksi sesuai standar teknis yang berlaku. Di akhir kunjungan, KSP menyampaikan apresiasi atas kerja keras Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat Permanen.

"KSP mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dalam upaya merealisasikan proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen ini. Terima kasih kepada Pak Dirjen yang sudah mendampingi kami selama ini dalam mengawal program Sekolah Rakyat," ungkap Armindo Dos Santos Soares.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)