Analis Nasim Zehra menilai Pakistan berperan penting meredakan konflik AS–Iran melalui diplomasi di Islamabad, mencegah eskalasi global. (Metrotvnews.com / Keysa Qanita)
Diplomasi Pakistan Diklaim Sukses Redam Konflik AS-Iran dan Cegah Eskalasi Global
Willy Haryono • 14 April 2026 13:55
Jakarta: Analis kebijakan Pakistan, Nasim Zehra, menekankan peran penting negaranya dalam meredakan konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), yang juga disebutnya mencegah eskalasi global.
Pernyataan disampaikan Zehra dalam forum Middle Powers Conference 2026 yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Dalam paparannya, Zehra menyebut perundingan AS dan Iran di Islamabad menjadi momen krusial yang membantu mencegah eskalasi konflik berskala global.
Ia menjelaskan, intervensi diplomatik Pakistan berhasil memfasilitasi gencatan senjata setelah agresi yang dimulai pada 28 Februari. Langkah tersebut diklaim berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas global.
Menurutnya, upaya tersebut bahkan disebut mampu menyelamatkan nilai ekonomi global hingga USD125 triliun serta menciptakan potensi nilai ekonomi baru sebesar USD3,6 triliun.
Selain itu, Pakistan juga menggalang dukungan regional dengan mempertemukan menteri luar negeri dari Mesir, Turki, dan Arab Saudi guna mencegah konfrontasi lebih luas di kawasan Teluk dan Asia Barat.
“Pembicaraan di Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran telah menjauhkan dunia dari ambang bencana besar,” ujar Zehra.
Ia menambahkan, pemerintah Pakistan saat ini tengah mendorong rencana perdamaian 10 poin melalui dialog intensif yang turut didukung Tiongkok. Meski demikian, sejumlah isu krusial seperti program nuklir Iran dan dinamika Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama dalam negosiasi.
Zehra menegaskan, keberhasilan ini menunjukkan kapasitas negara kekuatan menengah (middle power) dalam memainkan peran strategis di tengah dinamika global.
Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi model bagi negara lain, termasuk Indonesia, dalam membangun kerja sama kolektif dan memperkuat posisi di tatanan dunia yang terus berubah. (Keysa Qanita)
Baca juga: Iran Tuduh AS Gagalkan Kesepakatan yang Hampir Tercapai di Pakistan