Kemenkes Siapkan Rumah Sakit Darurat Pascagempa NTT

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Metrotvnews.com/Hendrik Simorangkir

Kemenkes Siapkan Rumah Sakit Darurat Pascagempa NTT

Hendrik Simorangkir • 18 August 2026 21:05

Tangerang: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih relatif terkendali. Benjamin mengatakan dari 21 rumah sakit yang terdata, sebanyak 16 rumah sakit masih beroperasi secara maksimal dan masih mampu memberikan pelayanan kesehatan. 

"Empat rumah sakit mengalami gangguan, tetapi masih dapat digunakan untuk memberikan pelayanan. Satu rumah sakit di Ruteng mengalami kerusakan total," jelas Benjamin, Selasa, 18 Agustus 2026.

Untuk menjaga pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah kerusakan fasilitas, pemerintah mendirikan rumah sakit darurat di Nagekeo dan Ruteng.

Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan secara cepat agar dapat segera digunakan masyarakat, terutama di wilayah yang fasilitas kesehatan utamanya mengalami kerusakan.

"Yang di Ruteng rusak total, sehingga kita datangkan rumah sakit darurat. Tadi pagi saya lihat sudah dipasang dan sekarang sudah selesai," kata Benjamin.

Selain rumah sakit, sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) juga terdampak bencana. Dari 190 puskesmas yang terdata, sebanyak 122 unit masih dapat beroperasi secara maksimal.
 


Sebanyak 49 puskesmas mengalami kerusakan sebagian, tetapi masih dapat digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Sementara itu, 19 puskesmas mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat difungsikan.

"Sebanyak 49 puskesmas mengalami kerusakan sebagian, tetapi masih bisa digunakan untuk memberikan pelayanan. Sementara itu, 19 puskesmas mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat digunakan," jelas Benjamin.

Sebagai langkah sementara, pemerintah memasang tenda pelayanan kesehatan di sekitar puskesmas yang mengalami kerusakan. Fasilitas tersebut digunakan untuk menjaga pelayanan medis tetap tersedia meski bangunan utama belum dapat digunakan.

"Kami juga menyiagakan tim medis untuk menangani kemungkinan munculnya kasus baru, termasuk bagi masyarakat yang masih berada di wilayah terisolasi," kata Benjamin.


Proses evakuasi pascagempa NTT. Foto: Dok. BNPB


Kementerian Kesehatan juga mengerahkan tenaga medis dan berbagai peralatan kesehatan ke sejumlah wilayah terdampak. Tim kesehatan didistribusikan dari Labuan Bajo menuju Nagekeo, Ngada, Ruteng, Ende, serta sejumlah daerah lainnya.

Benjamin turut mengapresiasi respons tenaga medis dalam penanganan korban gempa. Sejumlah dokter spesialis datang secara mandiri ke wilayah terdampak untuk membantu pelayanan kesehatan.

"Respons tenaga kesehatan juga mendapat apresiasi. Sejumlah dokter spesialis bahkan datang secara mandiri ke wilayah terdampak dengan biaya sendiri untuk membantu menangani para korban. Ada dokter dari Makassar, Surabaya dan daerah lainnya yang datang dengan biaya sendiri. Jadi, kecepatan respons teman-teman dokter ini luar biasa," ungkap Benjamin.

(Whisnu M)