Di Tengah Tren Wellness Modern, Tradisi Nusantara Masih Relevan

Ilustrasi. Foto: dok istimewa.

Di Tengah Tren Wellness Modern, Tradisi Nusantara Masih Relevan

Ade Hapsari Lestarini • 14 August 2026 18:43

Jakarta: Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, owner Kutus Kutus Fazli Hasniel Sugiharto atau Arniel Sugiharto mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga sebagai momentum menjaga tradisi merawat diri yang diwariskan lintas generasi.

Menurut Arniel, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tidak hanya tercermin melalui seni, bahasa, dan kuliner, tetapi juga melalui kebiasaan menjaga kebugaran dan keseimbangan hidup. Tradisi tersebut dinilai tetap relevan di tengah kehidupan modern.

"Setiap bangsa memiliki identitas yang membedakannya. Indonesia memiliki tradisi panjang dalam merawat tubuh, menjaga keseimbangan hidup, dan memanfaatkan kekayaan alam secara bijaksana. Menurut saya, kemerdekaan juga berarti memiliki kebebasan untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan tersebut agar tetap hidup di tengah masyarakat," ujar Arniel dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
 

Tradisi merawat diri jadi warisan budaya


Arniel menilai momentum peringatan kemerdekaan juga dapat menjadi pengingat bangsa Indonesia memiliki warisan budaya yang tumbuh dari kehidupan sehari-hari, termasuk kebiasaan menjaga kesehatan dan kebugaran melalui cara-cara sederhana.

Jauh sebelum istilah wellness dikenal luas, masyarakat Indonesia telah memiliki berbagai tradisi untuk menjaga kenyamanan tubuh, seperti minuman berbahan rempah, pijat keluarga, penggunaan minyak balur, hingga kebiasaan beristirahat setelah beraktivitas. Kebiasaan tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan bagian dari cara hidup yang diwariskan lintas generasi.
 



Tradisi tersebut berkembang tidak hanya saat masyarakat menghadapi keluhan kesehatan, tetapi juga sebagai bentuk kesadaran untuk menjaga kondisi tubuh sejak dini. Menurut Arniel, cara pandang tersebut masih relevan hingga saat ini.

"Kita sering mencari sesuatu yang baru, padahal banyak nilai baik sudah hidup di sekitar kita sejak lama. Tradisi merawat diri yang tumbuh di keluarga-keluarga Indonesia adalah kekayaan budaya yang patut kita jaga bersama," kata dia.
 

Kearifan lokal dan gaya hidup modern


Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, banyak masyarakat mulai mencari keseimbangan melalui kebiasaan sederhana yang memberikan rasa nyaman. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kemajuan tidak selalu berarti meninggalkan tradisi.

Indonesia juga dikenal memiliki kekayaan hayati yang melimpah. Beragam tanaman herbal telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah. Namun, menurut Arniel, kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada nilai kebersamaan, kepedulian terhadap keluarga, kesabaran, dan penghormatan terhadap alam.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi yang membentuk karakter tradisi wellness Indonesia. Arniel mengatakan pihaknya ingin menghadirkan lebih banyak cerita mengenai budaya, tradisi, komunitas, dan pengalaman masyarakat dalam merawat diri melalui berbagai kanal komunikasi.

"Kami ingin berbicara bukan hanya tentang produk, tetapi juga tentang cara hidup. Tentang bagaimana masyarakat Indonesia sejak lama mengenal berbagai kebiasaan yang membantu menjaga kenyamanan, keseimbangan, dan kualitas hidup. Menurut saya, semua itu adalah bagian dari kekayaan Wellness Nusantara yang layak terus diceritakan," ujar dia.

Bagi Arniel, memperingati Hari Kemerdekaan tidak hanya berarti mengenang perjuangan para pendiri bangsa, tetapi juga menjaga warisan budaya yang membentuk identitas Indonesia. Di tengah perubahan zaman, tradisi merawat diri dinilai tetap relevan untuk diteruskan kepada generasi muda.

(Ade Hapsari Lestarini)