Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo R. Muhammad Syafi’i (kemeja putih). Foto: Dok. Istimewa.
Kemenag Terbitkan SK Doktor Manajemen Pesantren Universitas Darunnajah
Fachri Audhia Hafiez • 18 August 2026 19:02
Jakarta: Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo R. Muhammad Syafi’i, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pendirian Program Doktor (S-3) Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen Pesantren kepada Universitas Darunnajah. Pada kesempatan itu, Romo mengingatkan bahwa dunia pesantren saat ini sejatinya mengalami tantangan.
"Tantangan terbesar dunia pesantren di Indonesia saat ini adalah kualitas diri lembaga yang harus adaptif terhadap perubahan zaman. Daya tahan pesantren pada akhirnya ditentukan oleh kesanggupan lembaga membaca dan menjawab tuntutan zamannya sendiri," ujar Romo saat memberikan sambutan dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 18 Agustus 2026.
Baca Juga :
Presiden Universitas Darunnajah sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, K.H. Hadiyanto Arief, menyatakan bahwa pembukaan program doktor ini disiapkan sebagai jawaban atas tantangan pengelolaan pesantren masa kini. Kiai Hadiyanto menjelaskan, pesantren telah terbukti bertahan lintas generasi tanpa bergantung pada anggaran negara maupun konsultan manajemen modern.
"Namun, pengetahuan mengenai tata kelolanya lebih banyak tersimpan dalam praktik dan pengalaman para kiai, sehingga berisiko hilang ketika pimpinan tersebut wafat," ujar Hadiyanto.

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo R. Muhammad Syafi’i, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pendirian Program Doktor (S-3) Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen Pesantren kepada Universitas Darunnajah. Foto: Dok. Istimewa.
Ia menegaskan, pembaruan manajemen tidak akan mengubah jati diri pesantren. Nilai-nilai pokok (tsawabit) seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan kepatuhan kepada guru tetap menjadi fondasi utama, sementara yang berkembang adalah instrumen dan sistem tata kelolanya.
Program doktor ini dirancang untuk menjawab persoalan riil pesantren, mulai dari keberlanjutan kepemimpinan dan suksesi, pengelolaan wakaf produktif, keberlanjutan pembiayaan, hingga pengembangan kelembagaan. Kehadirannya melengkapi jenjang sarjana (S-1) dan magister (S-2) Manajemen Pendidikan Islam yang lebih dulu berjalan di kampus tersebut.
Acara penyerahan SK ini turut dihadiri jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Dewan Nazhir Wakaf Darunnajah, pimpinan pesantren dari berbagai daerah, akademisi, serta civitas akademika Universitas Darunnajah.