BMKG Prediksi Banjir Rob Intai Sulut hingga 2 Oktober

BMKG berharap warga yang melakukan aktivitas di pesisir pantai ataupun kapal di pelabuhan mewaspadai banjir pesisir atau rob. ANTARA/Karel A Polakitan

BMKG Prediksi Banjir Rob Intai Sulut hingga 2 Oktober

Lukman Diah Sari • 17 September 2026 23:02

Manado: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di pesisir Sulawesi Utara (Sulut) berpotensi diterjang banjir pesisir (rob) pada periode 18 September hingga 2 Oktober 2026.

"Ketinggian gelombang diperkirakan antara 2,0 hingga 2,5 meter," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Aqil Ihsan, di Manado, Kamis, 17 September 2026, melansir Antara.

Aqil menjelaskan, potensi banjir pesisir ini dipicu oleh fase bulan purnama pada 26 September 2026 yang berisiko meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Hal tersebut juga diperkuat oleh pantauan data muka air dan prediksi pasang surut.

Secara rinci, pada 28 hingga 30 September 2026, banjir rob berpotensi melanda pesisir Kabupaten Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, dan Minahasa Selatan. Sementara pada 29 hingga 30 September 2026, ancaman serupa berpotensi terjadi di pesisir Manado Tua dan pesisir Manado.

"Langkah mitigasi yang dapat dilakukan yaitu masyarakat pesisir diharapkan tetap tenang dan memperhatikan pasang air ketika beraktivitas," ujar Aqil.

Ilustrasi. Ruas jalan Pantura Sayung Demak tergenang banjir akibat. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.


Ia menambahkan, jika pasang air maksimum melebihi batas garis pelabuhan hingga masuk ke jalan, hal tersebut diperkirakan akan mengganggu akses masuk kendaraan ke wilayah pelabuhan.

"Masyarakat dan nelayan pesisir diimbau untuk memperhatikan potensi waktu pasang sehingga dapat mengurangi intensitas aktivitas yang dapat terganggu akibat air pasang," pesan dia.

(Lukman Diah Sari)