Petugas kepolisian Ops ketupat Polda Jawa Barat saat melakukan evakuasi truk sapi yang terlibat kecelakaan di Cikaledong, Nagreg, Jawa Barat pada Rabu (18/3/2026). ANTARA/Ilham Nugraha
Truk Sapi Tabrak Pengendara Motor di Jalur Nagreg, Satu Pemudik Asal Ciamis Tewas
Whisnu Mardiansyah • 18 March 2026 10:39
Bandung: Petugas kepolisian Operasi Ketupat Polda Jawa Barat menyebut satu pemudik asal Ciamis meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk pengangkut sapi di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung. Kecelakaan terjadi pada Rabu pagi, 18 Maret 2026 sekitar pukul 05.00 WIB.
Kasubdit Rekayasa Ops Ketupat Polda Jabar AKBP Eti Haryati mengatakan kecelakaan tersebut mengakibatkan satu korban jiwa dan beberapa pengendara lainnya mengalami luka-luka.
“Dalam kejadian ini satu orang pemudik asal Ciamis meninggal dunia akibat kecelakaan truk pengangkut sapi di jalur Nagreg,” katanya di Bandung seperti dilansir Antara, Rabu, 18 Maret 2026.
Eti menjelaskan penyebab kecelakaan terjadi akibat kendaraan truk pengangkut sapi mengalami gangguan pada sistem rem sehingga oleng ke kiri lajur, menabrak pengendara motor, dan akhirnya terguling.
“Sekitar pukul 05.00 WIB waktu kecelakaan, satu unit kendaraan pengangkut sapi mengalami masalah pada rem sehingga oleng ke kiri, dan terguling,” ujarnya.
Akibat kecelakaan tersebut, selain korban jiwa, dua ekor sapi yang menjadi muatan truk dilaporkan mati di lokasi kejadian. Proses evakuasi yang dilakukan petugas sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat, terutama saat mengevakuasi delapan sapi yang masih hidup.
Eti menambahkan pihaknya masih melakukan evakuasi kendaraan pengangkut yang selanjutnya akan diamankan di pos terdekat guna menghindari hambatan lanjutan selama arus mudik. Kondisi lalu lintas dari arah timur menuju barat saat ini berangsur kembali lancar meski sebelumnya terjadi antrean kendaraan.

Ilustrasi medcom.id
“Untuk mengurai kepadatan, kami melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional termasuk penerapan one way di titik-titik tertentu,” ujarnya.
Terkait pengaturan arus, Eti menyebutkan sistem satu arah (one way) telah diberlakukan di jalur utama, sementara untuk jalur selatan diterapkan secara situasional menyesuaikan volume kendaraan. Ia mengimbau kepada para pemudik agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, meningkatkan kewaspadaan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan agar dapat tiba di tujuan dengan selamat.