Ada Perjanjian Tarif AS, Hilirisasi Tetap Jadi Prioritas Prabowo

Presiden Prabowo Subianto. Dok. Istimewa

Ada Perjanjian Tarif AS, Hilirisasi Tetap Jadi Prioritas Prabowo

Achmad Zulfikar Fazli • 22 March 2026 18:48

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan keterbukaan terhadap kerja sama investasi dengan Amerika Serikat tetap berada dalam koridor kepentingan nasional. Dia menekankan meskipun ada pembahasan terkait perjanjian tarif dengan AS, seluruh investasi yang masuk ke Indonesia wajib mengikuti aturan yang berlaku, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam.

Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti pentingnya penerapan harga pasar internasional dalam pengelolaan mineral kritis. Dia menegaskan Indonesia tidak menutup akses bagi pihak asing, selama mereka mematuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

“Soal critical mineral. Saya sudah katakan, kita terbuka. But everything at market price. At economic price,” ujar Presiden dalam wawancara yang dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.

Dia menjelaskan keterlibatan pihak asing dalam sektor pertambangan bukan hal baru. Pemerintah telah lama memberikan izin, seperti yang terjadi pada Freeport, yang kini menjadi salah satu penyumbang pendapatan besar bagi negara.

“Jadi kalau dia mau ikut (aturan), kita izin kan mereka mining di Freeport. Sudah berapa puluh tahun. Freeport sekarang menghasilkan salah satu revenue kita yang paling besar. Kita izin kan,” ujar dia.
 

Baca Juga: 

Perjanjian RI-AS Buka Peluang Percepatan Hilirisasi Mineral Nasional

Utamakan Hilirisasi

Namun, Presiden menegaskan prinsip hilirisasi tetap menjadi syarat utama. Indonesia tidak mengizinkan ekspor bahan mentah tanpa proses pengolahan di dalam negeri.

“Bahan mentah, kita minta di processing. Kalau dia mau mining dan proses di sini, tetap dong,” tegas dia.

Dia juga menekankan mineral kritis merupakan komoditas yang harus memberikan nilai ekonomi maksimal bagi Indonesia.

Critical mineral itu is a commodity. If they pay international market price, mau dia yang main atau kita yang main, we get the economic value. Yang penting kita kasih access,” ujar dia.

Dengan demikian, investasi asing tetap terbuka, tetapi harus tunduk pada aturan nasional dan mendukung hilirisasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)