Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Foto: Dok. Kementerian Transmigrasi.
Kementrans Gandeng Produsen Keramik Perkuat Pemberdayaan Transmigran
Fachri Audhia Hafiez • 15 March 2026 15:33
Jakarta: Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memperluas sinergi dengan sektor swasta untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjajaki potensi kerja sama dengan perusahaan manufaktur keramik, PT Haeng Nam Sejahtera Indonesia (HSI), guna menciptakan ekosistem ekonomi baru di daerah.
“Kita saat ini sedang fokus pada kuantitas, bukan hanya kualitas, agar semakin banyak masyarakat transmigrasi yang merasakan manfaat dari berbagai program pemberdayaan,” kata Iftitah di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, dikutip Minggu, 15 Maret 2026.
Iftitah menekankan bahwa fokus utama kementerian saat ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga kemandirian ekonomi. Ia pun mengungkapkan ambisinya agar masyarakat transmigran memiliki keterampilan teknis yang mumpuni di masa depan.
“Suatu saat saya punya mimpi, transmigran bisa memproduksi sendiri produk seperti ini (keramik). Ini bisa menjadi bagian dari pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi,” ujarnya.
.jpeg)
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjajaki potensi kerja sama dengan perusahaan manufaktur keramik, PT Haeng Nam Sejahtera Indonesia (HSI). Foto: Dok. Kementerian Transmigrasi.
Sementara itu, Manager Design Development PT HSI, Ellen, menyatakan kesiapannya untuk mendukung visi kementerian melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Pada tahun 2025, perusahaan telah menyalurkan paket pecah belah ke berbagai titik seperti Polewali Mandar, Sidrap, hingga Poso. Untuk tahun 2026, perusahaan berencana meningkatkan distribusi bantuan.
“Terkait permintaan Pak Menteri, pada tahun 2026 kami akan menyiapkan pengiriman sebanyak 1.094 paket setelah lebaran. Sekitar 300 paket di antaranya akan disiapkan untuk dikirim ke Rempang dalam waktu dekat,” jelas Ellen.
Kementerian Transmigrasi berencana mengajak pihak swasta meninjau langsung kawasan transmigrasi guna melihat potensi lapangan kerja dan peluang pengembangan ekonomi yang lebih konkret bagi para transmigran.