Anggota Kongres AS Ilhan Omar yang diserang saat pidato. Foto: Anadolu
Sempat Diserang, Politikus Muslim AS Ini Tetap Lanjutkan Pidato
Muhammad Reyhansyah • 28 January 2026 17:56
Minneapolis: Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Ilhan Omar diserang pada Selasa, 27 Januari 2026 saat menghadiri pertemuan terbuka dengan warga di Minneapolis, Minnesota. Insiden terjadi ketika politisi Partai Demokrat itu sedang menyampaikan pandangannya mengenai pengetatan kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump serta peran Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.
Omar tengah berbicara ketika seorang pria tak dikenal berlari ke arah podium dan tampak menyemprotnya dengan cairan bening. Pelaku segera ditangani oleh petugas keamanan yang langsung menjatuhkannya ke lantai dan menahannya. Omar terlihat terguncang, namun tidak mengalami luka.
Belum diketahui secara pasti apa yang diucapkan pelaku saat dikeluarkan dari ruangan maupun jenis cairan yang digunakan. Sejumlah orang di sekitar Omar terdengar menyebut cairan tersebut berbau “sangat menyengat.”
Meski sempat diminta meninggalkan ruangan untuk diperiksa, Omar memilih kembali ke podium dan melanjutkan pidatonya.
“Kami akan terus berbicara. Tolong, jangan biarkan mereka mengambil alih panggung,” kata Omar, seperti dikutip Anadolu, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menambahkan, “Inilah kenyataan yang tidak dipahami orang seperti pria buruk rupa ini, kami kuat sebagai warga Minnesota, dan kami akan tetap tangguh menghadapi apa pun yang mereka lemparkan kepada kami.”
“Semua tenang. Saya akan menyelesaikan pernyataan saya,” lanjut Omar, seraya menegaskan pentingnya baginya untuk tetap memimpin rekan-rekannya dari Partai Demokrat dalam menuntut pengunduran diri Noem.
Kantor Omar dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa petugas keamanan bersama Kepolisian Minneapolis “dengan cepat menangkap” pelaku, yang kini telah ditahan.
“Saya baik-baik saja. Saya seorang penyintas, jadi provokator kecil ini tidak akan mengintimidasi saya untuk berhenti bekerja. Saya tidak membiarkan para perundung menang,” tulis Omar melalui platform X setelah kejadian tersebut.
Pihak kepolisian menyatakan tersangka langsung ditangkap dengan dugaan penyerangan tingkat tiga. Aparat juga memastikan Omar tidak mengalami cedera, sementara tim forensik melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Reaksi Politik Pascainsiden
Penyerangan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Donald Trump melontarkan kritik terhadap Omar dalam sebuah acara di Iowa. Dalam pernyataannya, Trump mengeluarkan komentar merendahkan tentang Somalia, negara asal Omar, dengan menyebutnya sebagai negara yang merupakan “bencana.”Trump dalam beberapa bulan terakhir kerap menyerang Omar, termasuk menyebutnya “sampah” dalam pernyataan yang menargetkan imigran asal Somalia. Omar, yang datang ke Amerika Serikat sebagai pengungsi dan kemudian menjadi warga negara AS, sebelumnya mengecam pernyataan tersebut dan menuduh Trump memiliki obsesi yang “menyeramkan” terhadap dirinya.
Anggota Kongres dari Partai Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez menyebut penyerangan ini “bukan sebuah kebetulan,” seraya menyinggung serangan verbal Trump dan Wakil Presiden JD Vance terhadap Omar dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), organisasi hak sipil Muslim terbesar di AS, mengecam keras insiden tersebut. CAIR menyatakan penyerangan ini terjadi “setelah bertahun-tahun hasutan rasis dan Islamofobia terhadap Ilhan Omar.”
“Kami menyerukan kepada seluruh anggota Kongres untuk mengecam serangan ini, yang sepenuhnya dapat diprediksi. Hasutan berbahaya yang selama bertahun-tahun dilontarkan oleh politisi seperti Presiden Trump, kelompok lobi pro-Israel seperti AIPAC, serta kelompok kebencian anti-Muslim terhadap Rep. Omar harus segera dihentikan,” kata CAIR.