Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Sistem Manajemen Anti Penyuapan Askrindo Lulus Audit Surveillance II
Eko Nordiansyah • 28 January 2026 15:50
Jakarta: PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menerapkan tata kelola perusahaan yang berintegritas dan berkualitas. Askrindo melewati Audit Pengawasan (Surveillance) Tahun II atas penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016.
Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, mengatakan, keberhasilan ini menegaskan konsistensi Askrindo dalam menerapkan sistem pengendalian anti penyuapan secara berkelanjutan di seluruh lini organisasi. Pencapaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung praktik Good Corporate Governance (GCG).
“Sertifikasi ini juga membuktikan sistem tidak hanya berjalan saat sertifikasi awal, tetapi diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan dalam aktivitas operasional sehari-hari,” jelas Fankar dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 Januari 2026.
Audit Surveillance II Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016 tersebut telah dilaksanakan pada akhir tahun 2025, oleh lembaga sertifikasi PT. Chesna. Adapun cakupan audit yang meliputi berbagai proses strategis di lingkungan perusahaan antara lain proses Pengadaan Barang dan Jasa, proses Keuangan & Investasi, proses Akuntansi, proses Pemasaran, proses Pengelolaan Jaringan & Digital, serta proses Underwriting.

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
Sistem manajemen yang terintegrasi dan berkelanjutan
Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko, R Mahelan Prabantarikso menyampaikan, pencapaian ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ia menegaskan, penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan merupakan bagian dari komitmen Askrindo.“Dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, transparan, dan akuntabel. Selain itu, kami juga secara konsisten memperkuat penerapan Sistem Manajemen Mutu guna memastikan seluruh proses bisnis berjalan efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan,” ujar Mahelan.
Berdasarkan hasil audit dan kesimpulan keputusan Audit Surveillance, Manager Sertifikasi PT. Chesna menyatakan bahwa status sertifikasi SNI ISO 37001:2016 PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dinyatakan DAPAT DILANJUTKAN hingga pelaksanaan audit re-sertifikasi berikutnya.
Fankar kembali menambahkan bahwa di akhir tahun 2025, Askrindo berhasil mendapatkan 2 Sertifikasi sekaligus yakni penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang selaras dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
“Melalui dua penerapan ISO Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan ISO Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang berkelanjutan, Askrindo memastikan seluruh proses operasional dijalankan secara disiplin, sehingga mampu menjaga kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan yang menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas layanan serta meningkatkan daya saing perusahaan,” tutup Fankar.