Empat Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Banyuasin

Kegiatan water bombing di desa Tanjung Pasir, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. ANTARA/HO-BPBD Sumsel

Empat Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Banyuasin

Silvana Febiari • 29 July 2026 18:41

Palembang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan (Sumsel) mengerahkan empat helikopter pembom air (water bombing) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin. Luas area yang terbakar kini mencapai sekitar delapan hektare.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan upaya pemadaman di kawasan tersebut telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Titik api belum sepenuhnya padam.

"Pemadaman lanjutan di wilayah Rantau Bayur, Banyuasin, masih terus dilakukan. Per kemarin, lahan yang terbakar kian meluas hingga mencapai delapan hektare. Empat helikopter dikerahkan untuk pemadaman," kata Sudirman, dilansir dari Antara, Rabu, 29 Juli 2026. 
 


Empat helikopter tersebut melakukan enam sorti penerbangan dengan total 206 kali water bombing ke area yang terbakar. Meski demikian, kebakaran belum sepenuhnya dapat diatasi dan lokasi masih mengeluarkan asap hingga akhir operasi pemadaman pada Selasa, 28 Juli 2026. 

"Informasinya lahan perkebunan yang terbakar milik perorangan, bukan perusahaan. Kita mengkhawatirkan asap dari karhutla itu dapat mengganggu kesehatan warga," jelasnya.

BPBD Sumsel akan melanjutkan pemantauan melalui patroli udara dan pemantauan titik panas (hotspot) untuk memastikan perkembangan kondisi di lokasi kebakaran. "Hingga akhir pemadaman sore kemarin, kondisinya masih berasap. Upaya pemadaman akan dilanjutkan hari ini," ucapnya.


Penampakan Karhutla dari helikopter BPBD. Dokumentasi/ BPBD Sumsel


Selain di Banyuasin, satu helikopter water bombing juga dikerahkan untuk memadamkan karhutla di Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Sudirman mengatakan luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut sekitar 0,5 hektare. Helikopter melakukan 46 kali water bombing dan hingga operasi berakhir kondisi di lokasi masih menyisakan asap tipis.

"Hingga akhir pemadaman, kondisinya masih berasap tipis. Kita juga akan cek kembali lokasinya hari ini," ungkap dia.

(Silvana Febiari)