Ilustrasi-Warga memadati lokasi garebek syawal di Keraton Yogyakarta. (MI/Ardi Tereisti)
Keraton Yogyakarta Gelar Grebeg Besar Tanpa Gunungan, Ini Alasannya
Ahmad Mustaqim • 22 May 2026 12:47
Yogyakarta: Keraton Yogyakarta memutuskan menyederhanakan grebeg besar atau peringatan Iduladha 2026. Jika biasanya diselenggarakan dengan menyertakan gunungan, grebeg besar tahun ini tanpa gunungan.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan grebeg besar yang bakal dilaksanakan Rabu, 27 Mei 2026 atau bertepatan hari raya iduladha 1447 Hijriah dilaksanakan tanpa arak-arakan, baik gunungan maupun prajurit. Sri Sultan mengatakan aspek ekonomi menjadi dasar peniadaan gunungan tersebut.
"Ya penghematan aja. Kabeh (Semua) kan penghematan. Ya kita juga menghemat lah, psikologisnya kan gitu. Nanti dikira mewah-mewah. Penghematan aja," kata Sri Sultan di Yogyakarta Jumat, 22 Mei 2026.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Humas Pemprov DIY
Ia menjelaskan langkah itu dilakukan menyusul kondisi perekonomian di tingkat lokal maupun nasional. Ia sempat menyebut penghematan yang juga dilakukan pada tingkat nasional.
"Yang pemerintah (pusat) APBN juga penghematan, daerah ya penghematan. Karena biaya yang terbesar itu kan di situ. Nah, nek kecil tur penghematan kan ora logis," kata Sri Sultan.
Ia mengatakan pelaksanakan grebeg dengan atau tanpa gunungan ke depan akan memperhatikan situasi. Sri Sultan mengatakan keraton akan memperhatikan situasi perekonomian yang tengah dihadapi masyarakat.
"Tapi kalau nanti kan Sekaten, jadi kemungkinan prajurit kan tetap ngawal misalnya gitu. Tapi pada waktu acara Gunungan enggak ada. Saya enggak bisa menentukan, nanti kita lihat perkembangan. Kalau memang keadaan ekonominya lebih baik ya dimunculkan lagi," ujarnya.
Baca Juga :
"Secara prosesi, karena ada dhawuh untuk disederhanakan jadi secara penyelenggaraan mirip seperti Garebeg ketika pandemi covid-19 kemarin. Tidak ada gunungan yang keluar dari keraton, tidak ada iring-iringan prajurit juga. Seluruh ubarampe pareden nantinya hanya akan dibagikan kepada Abdi Dalem Keraton Yogyakarta. Sesuai arahan yang kami terima, para Abdi Dalem akan melaksanakan Dhawuh Dalem tersebut dengan sebaik-baiknya," ujarnya.