Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Khawatirkan Wabah Ebola usai Satu Warga AS Dipastikan Terinfeksi
Willy Haryono • 19 May 2026 10:49
Washington: Presiden Donald Trump mengaku khawatir terhadap wabah Ebola setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengonfirmasi bahwa satu warga Amerika Serikat terinfeksi virus tersebut pada Senin, 18 Mei 2026.
“Saya khawatir terhadap semuanya, dan tentu saja terhadap hal ini,” kata Trump saat menjawab pertanyaan wartawan terkait wabah Ebola.
Dilansir dari Anadolu, Selasa, 19 Mei 2026, ia menambahkan bahwa wabah tersebut untuk saat ini masih terbatas di Afrika, walau telah mengalami penyebaran terbatas.
Pejabat senior Gedung Putih bidang kebijakan domestik, Heidi Overton, mengatakan pemerintah AS telah membentuk tim lintas lembaga untuk menangani wabah tersebut.
Ia menyebut satu warga Amerika menunjukkan gejala setelah terpapar virus Ebola varian Bundibugyo dan kini sedang diterbangkan ke Jerman untuk menjalani perawatan.
Menurut Overton, enam orang lain yang memiliki kontak berisiko tinggi juga akan dipindahkan dari wilayah terdampak menuju Jerman. Negara itu dipilih karena memiliki fasilitas pengobatan demam berdarah virus yang diakui secara internasional.
Kelompok misionaris Serge mengonfirmasi pasien tersebut merupakan tenaga medis misionaris asal AS bernama Dr. Peter Stafford. Ia terinfeksi saat menangani pasien di rumah sakit setempat.
Pemerintah AS juga memberlakukan pembatasan masuk bagi warga non-Amerika yang dalam 21 hari terakhir pernah mengunjungi Uganda, Republik Demokratik Kongo, Kongo, dan Sudan Selatan. Meski begitu, Overton menegaskan belum ada kasus Ebola yang terdeteksi di wilayah Amerika Serikat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu, 17 Mei 2026, menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Hingga Sabtu, sedikitnya 80 kematian suspek telah dilaporkan.
Pejabat kesehatan menyebut wabah saat ini melibatkan virus Ebola varian Bundibugyo yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus yang disetujui.
Sementara itu, Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) menyatakan tengah berkoordinasi dengan otoritas regional dan mitra internasional untuk menekan penyebaran lintas batas. (Keysa Qanita)
Baca juga: AS Perketat Pencegahan Wabah Ebola usai WHO Tetapkan Darurat Kesehatan Global