Wali Kota San Diego Kecam Islamofobia usai Penembakan di Kompleks Masjid

Aparat keamanan berada di sekitar lokasi penembakan di kompleks masjid Islamic Center of San Diego di California, Amerika Serikat, Senin, 18 Mei 2026. (Anadolu Agency)

Wali Kota San Diego Kecam Islamofobia usai Penembakan di Kompleks Masjid

Muhammad Reyhansyah • 19 May 2026 14:29

San Diego: Wali Kota San Diego Todd Gloria mengecam keras Islamofobia setelah dua remaja bersenjata api melepaskan tembakan di sebuah kompleks masjid lokal Islamic Center of San Diego di California, Amerika Serikat, yang menewaskan tiga orang.

Selang beberapa waktu, polisi menemukan kedua remaja itu tewas akibat dugaan bunuh diri dengan menggunakan senjata mereka sendiri.

"Kebencian tidak punya tempat di San Diego. Islamofobia tidak punya tempat di San Diego," kata Gloria kepada wartawan dalam konferensi pers beberapa jam setelah penembakan mematikan tersebut.

"Serangan terhadap satu warga San Diego adalah serangan terhadap seluruh warga San Diego, dan kami tidak akan tinggal diam," lanjutnya.

Tiga orang, termasuk seorang petugas keamanan, tewas dalam penembakan di Islamic Center of San Diego pada Senin, 18 Mei 2026. Identitas para korban belum diumumkan.

Mengutip laporan Anadolu, Selasa, 19 Mei 2026, Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengatakan saat petugas menuju lokasi, polisi juga menerima laporan penembakan lain di dekat area tersebut.

Petugas menemukan seorang pekerja lanskap yang diduga tertembak di helm yang dikenakannya sehingga nyawanya terselamatkan. Polisi kemudian menemukan dua tersangka di dalam kendaraan beberapa blok dari lokasi kejadian dengan luka tembak.

Pejabat penegak hukum sebelumnya mengatakan kedua terduga pelaku tewas akibat luka tembak yang dilakukan mereka sendiri.

Polisi Selidiki Motif Kebencian

Identitas pelaku belum diungkap, tetapi Wahl mengatakan ibu salah satu tersangka sempat melapor kepada polisi pada Senin pagi bahwa anaknya melarikan diri dari rumah dan diduga memiliki kecenderungan bunuh diri.

Menurut Wahl, informasi tambahan dari sang ibu membuat polisi meyakini terdapat ancaman yang lebih besar. Ia mengatakan tersangka membawa tiga senjata milik ibunya serta meninggalkan sebuah catatan.

Polisi belum mengungkap isi catatan tersebut, tetapi menyebut ditemukan bukti berisi ujaran kebencian secara umum.

CNN melaporkan sejumlah pejabat penegak hukum menyebut catatan bunuh diri itu berisi tulisan tentang supremasi ras dan ujaran kebencian ditemukan pada salah satu senjata yang digunakan. Wahl mengatakan kedua pelaku berusia 17 dan 18 tahun.

Ia menambahkan bahwa selama ini tidak pernah ada ancaman spesifik terhadap Islamic Center of San Diego.

Lawan Intoleransi dan Kebencian

Imam Islamic Center of San Diego, Taha Hassane, menyerukan masyarakat untuk melawan intoleransi dan kebencian. "Intoleransi beragama dan kebencian yang ada di negara kami saat ini belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

"Semua orang bertanggung jawab menyebarkan budaya toleransi dan cinta kasih," lanjut Hassane.

Seorang warga lokal bernama Erbil Atay mengatakan dirinya seharusnya bertemu imam masjid pada Senin, tetapi terlambat datang. "Kalau tidak terlambat, kemungkinan besar saya juga berada di lokasi saat kejadian," ujarnya.

Atay yang telah tinggal di San Diego selama 30 tahun mengatakan sebelumnya tidak ada ancaman spesifik terhadap sekolah atau pusat Islam tersebut, meski pernah terjadi pelemparan batu sekitar satu dekade lalu.

Baca juga:  KJRI Los Angeles Sebut Tak Ada WNI Terdampak Penembakan di Masjid San Diego

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)