Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Selasa (23/6/2026). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Erick Thohir Tekankan Integritas dan Keamanan Liga Putri
Achmad Zulfikar Fazli • 7 July 2026 21:11
Jakarta: Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir meminta penyelenggaraan Liga Putri berjalan selaras dengan agenda tim nasional Indonesia putri. Integritas Liga Putri dan perlindungan pemain juga harus dijaga.
Hal ini disampaikan Erick setelah bertemu dengan pengurus I.League dan pemilik klub peserta Liga Putri yang akan bergulir, yakni Persita, Persija, Bekasi FC, Persikad, Garudayaksa, dan Dewa United.
“Liga Putri akan menjadi fondasi kebangkitan sepak bola putri Indonesia,” kata Erick melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dilansir dari Antara, Selasa, 7 Juli 2026.
Dia menyebut keberadaan Liga Putri menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola putri nasional. Oleh karena itu, jadwal kompetisi diminta tidak berbenturan dengan agenda Timnas Indonesia Putri.
“Saya berpesan agar Liga Putri berjalan selaras dengan jadwal Timnas Indonesia Putri agar pembinaan dan prestasi bisa berjalan beriringan,” ujar Erick.
Selain aspek pembinaan, Erick menekankan pentingnya menjaga kompetisi agar berjalan profesional, bersih, dan aman bagi seluruh pemain.
“Kami juga ingin memastikan Liga Putri untuk menjaga integritas kompetisi, tidak ada ruang untuk match fixing, dan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk sexual harassment. Kita harus jaga anak-anak kita dan pastikan Liga Putri menjadi tempat yang aman, profesional, dan berintegritas bagi seluruh pemain,” kata Erick.
PSSI sebelumnya menargetkan Liga Putri bergulir pada Oktober 2026 dengan enam klub sebagai tahap awal. Kompetisi itu disiapkan untuk membuka ruang bermain yang lebih terstruktur bagi para pemain putri setelah sepak bola putri nasional memiliki kelompok usia U-17, U-20, hingga senior.
Erick menyebut PSSI telah memiliki sekitar 50 ribu pemain putri dalam database pembinaan dalam tiga tahun terakhir. Dengan basis tersebut, kehadiran kompetisi dinilai penting agar proses pembinaan dari akar rumput memiliki jalur lanjutan menuju level elite.
Liga Putri juga menjadi bagian dari upaya PSSI menghidupkan kembali kompetisi sepak bola putri nasional setelah Liga 1 Putri terakhir bergulir pada 2019. Saat itu, Persib Putri menjadi juara setelah mengalahkan Tira-Persikabo Kartini dengan agregat 6-1 pada partai final.
Erick berharap Liga Putri tidak hanya melahirkan talenta baru, tetapi juga menjaga sportivitas dan mendorong sepak bola putri Indonesia melangkah lebih jauh.
“Liga Putri akan menjadi kompetisi yang melahirkan talenta, menjaga sportivitas, dan membawa sepak bola putri Indonesia melangkah lebih jauh,” ujar Erick.