Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo Lampaui 1.500, Korban Tewas 473

Petugas menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo. (Anadolu Agency)

Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo Lampaui 1.500, Korban Tewas 473

Willy Haryono • 4 July 2026 17:59

Kinshasa: Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo melampaui 1.500 kasus hingga Jumat kemarin, setelah lebih dari 40 infeksi baru dilaporkan.

Otoritas kesehatan RD Kongo terus memperkuat upaya penanganan dan pengawasan untuk menekan penyebaran wabah.

Berdasarkan laporan situasi terbaru Kementerian Kesehatan yang dirilis Sabtu, 4 Juli 2026, jumlah korban meninggal akibat wabah tersebut meningkat menjadi 473 orang sejak wabah diumumkan pada 15 Mei.

Dilansir dari media Anadolu Agency, wabah masih terkonsentrasi di 34 zona kesehatan yang tersebar di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan. Saat ini, lebih dari 11.000 orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien terus dipantau oleh petugas kesehatan.

Kementerian Kesehatan juga melaporkan sebanyak 213 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 628 lainnya masih menjalani perawatan.

Menurut pemerintah, kapasitas mobilisasi masyarakat terus diperkuat untuk meningkatkan efektivitas penanganan wabah, terutama di Provinsi Ituri yang masih menghadapi penolakan dari sebagian komunitas terhadap upaya kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) menggelar pertemuan tingkat tinggi di Kinshasa untuk menyelaraskan dukungan politik, koordinasi mitra, serta mobilisasi sumber daya guna mempercepat penanganan wabah di Republik Demokratik Kongo dan mencegah penyebaran lebih luas di kawasan.

Dalam forum tersebut, Presiden Félix Tshisekedi menekankan pentingnya solidaritas regional serta penguatan kapasitas kesehatan di Afrika agar mampu merespons wabah secara lebih efektif.

Africa CDC menyatakan para donor dan mitra internasional telah menjanjikan pendanaan sebesar 910 juta dolar AS untuk mendukung penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Hingga kini, Uganda telah melaporkan 20 kasus.

Pada 17 Mei, dua hari setelah wabah diumumkan di Republik Demokratik Kongo, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola yang disebabkan oleh varian Bundibugyo sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC) setelah penyakit tersebut menyebar ke Uganda.

Baca juga: Wabah Ebola di Kongo Tembus 1.203 Kasus, 321 Orang Meninggal Dunia

(Willy Haryono)