Triharyo Soesilo alias Hengki menerima penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama. Istimewa.
Mengenal Hengki, Penulis Buku Ilmu Menerobos Sumbatan yang Raih Penghargaan dari ITB
Arga Sumantri • 3 July 2026 16:10
Bandung: Triharyo Soesilo alias Hengki menerima penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama dari Institut Teknologi Bandung (ITB) atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan humaniora. Penyerahan penghargaan dilakukan di Gedung Aula Barat, Kampus ITB, Bandung, Jumat, 3 Juli 2026.
Hengki merupakan alumnus Teknik Kimia ITB angkatan 1977. Hengki merupakan sosok yang telah banyak menghasilkan karya nyata di dunia industri nasional.
Rekam Jejak Hengki
Setelah lulus dari ITB, Hengki melanjutkan S2 di University of Arizona. Tesis miliknya yang berjudul Computer Software for Plant Design on Micro Computer dibawa kembali ke Tanah Air dan diimplementasikan saat bergabung dengan PT Rekayasa Industri (Rekind).Pada era 1980-an, merancang pabrik industri masih membutuhkan Komputer skala besar (Main Frame Computer) dan harganya sangat mahal bagi perusahaan Indonesia. Melalui tesisnya tersebut, Hengki bersama putra-putri Indonesia ikut membangun seluruh pabrik pupuk di Indonesia, bahkan merambah hingga ke Malaysia dan Brunei. Kolaborasi bersama para teknolog Indonesia ini akhirnya membawa Rekind mampu melawan dominasi kontraktor asing di Tanah Air.
Masuk ke era tahun 2000-an, kemampuan kontraktor nasional semakin matang. Indonesia mulai mampu membangun kilang-kilang minyak secara mandiri, seperti Proyek Kilang Langit Biru di Balongan yang sering dikenal sebagai Proyek Kilang Merah-Putih, serta Proyek Kilang Recycle Offgas to Propylene Project (ROPP).
Hingga saat ini, hanya segelintir negara di dunia yang insinyurnya memiliki kemampuan mandiri untuk membangun kilang minyak.
Melawan dominasi kontraktor asing seperti menjadi misi hidup Hengki. Bersama tim Rekind, Hengki membangun pipa gas bawah laut yang menyeberang dari Sumatra ke Jawa.
Ia juga memotori dominasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) melalui tangan putra-putri Indonesia. Kedua teknologi ini sebelumnya sepenuhnya dikuasai kontraktor asing dan belum pernah disentuh oleh kontraktor nasional.

Triharyo Soesilo alias Hengki menerima penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama. Istimewa.
Masa-masa berat
Hengki mengungkapkan salah satu tantangan terberat sepanjang kariernya adalah ketika menerima penugasan sebagai Komisaris Utama (Komut) di salah satu anak perusahaan minyak negara. Ia diberi tugas melakukan percepatan penyelesaian proyek-proyek kilang minyak, seperti proyek RDMP Balongan, RDMP Balikpapan, dan lainnya.Namun, tantangan tak terduga muncul pada Juni 2020. Hampir setiap tiga bulan, kilang-kilang mengalami musibah kebakaran hebat. Dengan ketekunan, kesabaran, serta pergerakan yang cepat, penyebab kebakaran akhirnya berhasil dimitigasi.
Buku Ilmu Menerobos Sumbatan
Pengalaman panjang dalam memecahkan berbagai permasalahan pada proyek skala besar serta strategi mendominasi pasar dituangkan Hengki dalam sebuah buku berjudul Ilmu Menerobos Sumbatan. Buku tersebut membuka banyak rahasia ke publik mulai dari Sejarah Biodiesel di Indonesia, penyelesaian Proyek 35.000 Megawatt, Proyek LNG Tangguh-3, hingga operasi intelijen di balik penyelesaian proyek Pupuk di Aceh.Kini, Hengki fokus mendorong investasi pada proyek-proyek karbon. Setelah mengikuti kuliah tentang Pasar Karbon di Yale University, saya sangat kaget bahwa dunia diprediksi hanya tinggal 21 tahun lagi, ungkap dia.
Berdasarkan prediksi para ahli dunia, pemanasan global akan mengakibatkan cuaca ekstrem berupa kekeringan dan banjir yang berkepanjangan, yang pada akhirnya memicu kelangkaan pangan.
Hengki saat ini aktif mengembangkan berbagai proyek karbon untuk membantu mengurangi emisi dan mencegah pemanasan global. Sejumlah proyek karbon yang tengah ia kembangkan saat ini meliputi:
- Carbon Capture and Storage (CCS) untuk memproduksi Ammonia Biru.
- Pengolahan biomassa menjadi biochar dan gas untuk pembangkit listrik.
- Penerapan teknologi kering-basah (Alternate Wetting and Drying) pada persawahan padi.
- Produksi gas alam yang dihasilkan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.
- Implementasi efisiensi energi pada gedung-gedung bertingkat.