Grafik ilustrasi pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir. Foto: ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti.
Piala Dunia 2026
Preview Argentina vs Mesir: Masalah Mental jadi Celah Albiceleste
Fachri Audhia Hafiez • 7 July 2026 08:35
Atlanta: Tim nasional Argentina akan menghadapi Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Rabu, 8 Juli 2026, pukul 23.00 WIB. Meski diunggulkan secara materi pemain, Albiceleste dihantui masalah mentalitas yang sering meremehkan lawan.
Dilansir Antara, celah besar ini terekspos jelas saat skuad asuhan Lionel Scaloni hampir disingkirkan Tanjung Verde di babak 32 besar. Setelah unggul, Argentina cenderung mengendurkan tempo dan bermain pasif hingga dua kali disamakan lawan, sebelum akhirnya menang berkat gol bunuh diri. Karakter serupa juga terlihat saat gawang mereka dibobol Yordania di fase grup.
"Jangan menganggap remeh lawan," tegas pelatih Argentina, Lionel Scaloni, yang sebelumnya sudah mengingatkan para pemain bintangnya mengenai kejutan tim-tim non-unggulan. Namun, peringatan tersebut kerap diabaikan di lapangan.
Situasi ini menjadi keuntungan bagi Mesir yang akan tampil tanpa beban. Tim Firaun telah memenuhi target sejarah mereka lolos ke 16 besar untuk pertama kali dalam 92 tahun.
Pasukan Hossam Hasan diprediksi bakal menerapkan strategi pertahanan rapat (low-block) yang lebih kokoh dibandingkan Tanjung Verde, demi memancing kelengahan Lionel Messi dan kawan-kawan.
Secara taktis, Mesir akan mengandalkan serangan balik cepat melalui duet bintang mereka, Mohamed Salah dan Omar Marmoush. Skuad Mesir juga diuntungkan faktor kebugaran dan adaptasi cuaca panas di Georgia, mengingat mayoritas pemain mereka merumput di kompetisi domestik. Sebaliknya, penggawa Argentina mulai memperlihatkan tanda-tanda kelelahan fisik.
.jpeg)
Piala Dunia. Foto: Dok. FIFA.
Mesir diprediksi tetap setia pada formasi 4-2-3-1 untuk meredam agresivitas lawan. Sementara itu, Scaloni berpeluang mengembalikan skema 4-4-2 atau 4-3-3 demi mengamankan lini tengah. Laga ini sekaligus akan menjadi pembuktian ketahanan mental juara bertahan dalam ambisi mereka mempertahankan takhta dunia.