Hari Gizi Nasional 2026: Sejarah dan Temanya Tahun Ini

Backdrop HGN 2026. (Dok. Kementerian Kesehatan)

Hari Gizi Nasional 2026: Sejarah dan Temanya Tahun Ini

Riza Aslam Khaeron • 21 January 2026 12:40

Jakarta: Hari Gizi Nasional (HGN) yang jatuh setiap 25 Januari menjadi momentum untuk menegaskan bahwa isu gizi merupakan fondasi utama dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Peringatan ini memiliki akar sejarah dalam penguatan layanan dan pendidikan gizi di Indonesia, yang mulai ditata secara sistematis sejak awal masa kemerdekaan.

Tahun 2026 menjadi momen penting bagi HGN karena bertepatan dengan satu tahun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Januari 2025.

Memasuki Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026, kampanye nasional mengusung tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”.

Lantas, bagaimana latar belakang sejarah Hari Gizi Nasional dan apa makna tema serta slogan tahun ini? Berikut penjelasannya.
 

Sejarah Hari Gizi Nasional


Foto: Prof. Poorwo Soedarmo

Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati setiap 25 Januari, bertepatan dengan tonggak awal pengkaderan gizi di Indonesia yang dimulai pada awal dekade 1950-an.

Sejarah HGN bermula ketika dr. J. Leimena, selaku Menteri Kesehatan pada tahun 1950, memberi mandat kepada Prof. Poorwo Soedarmo untuk menangani masalah gizi yang saat itu menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat.

Atas dasar mandat tersebut, Prof. Soedarmo memimpin Lembaga Makanan Rakyat (LMR)—lembaga yang menjadi pionir dalam pengembangan sistem gizi nasional.

Pada 25 Januari 1951, Prof. Poorwo Soedarmo mendirikan Sekolah Juru Penerang Makanan. Sekolah ini menjadi cikal bakal sistem pengkaderan gizi di Indonesia dengan tujuan mencetak tenaga gizi yang dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya makanan sehat dan bergizi seimbang kepada masyarakat luas.

Kontribusi Prof. Soedarmo dalam membangun fondasi keilmuan dan kelembagaan gizi di Indonesia menjadikannya dikenal luas sebagai Bapak Gizi Indonesia. Ia juga merupakan guru besar pertama di bidang ilmu gizi di Universitas Indonesia dan berperan besar dalam menyusun kebijakan serta strategi pembangunan gizi nasional.

Peringatan Hari Gizi Nasional pertama kali diselenggarakan oleh LMR pada pertengahan 1960-an, dan sejak 1970-an, pelaksanaannya dilanjutkan oleh Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Gizi Masyarakat.

Hingga kini, HGN terus diperingati setiap tahun sebagai ajang peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi bagi kesehatan individu, keluarga, dan bangsa. HGN juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang pembangunan gizi nasional yang telah dimulai lebih dari tujuh dekade lalu.
 
Baca Juga:
Vaksin HPV: Berikut Penjelasan Lengkap dan Kisaran Biayanya
 

Tema HGN 2026


Logo HGN 2026. (Dok. Kementerian Kesehatan)

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026, Kementerian Kesehatan RI mengusung tema: “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, dengan slogan: “Sehat Dimulai dari Piringku”.

Tema ini menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi seimbang yang mudah dijangkau dan sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Sementara itu, slogan “Sehat Dimulai dari Piringku” bertujuan mengajak masyarakat untuk memulai pola hidup sehat melalui pilihan makanan harian yang lebih bergizi, beragam, dan seimbang.

Kampanye HGN 2026 juga diperkuat melalui penyebaran pesan edukatif dan promotif secara langsung maupun digital, serta penggunaan tagar resmi seperti #HGN66, #HGN2026, #HariGiziNasional2026, dan #PenuhiGiziSeimbangdariPanganLokal untuk memperluas jangkauan pesan serta meningkatkan partisipasi publik dalam gerakan bersama menuju masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)