3.570 Titik Jalan Berlubang  Muncul Akibat Banjir di Kudus

Kerusakan jalan di ruas Kudus-Pati akibat beberapa hari banjir merendam. MI

3.570 Titik Jalan Berlubang Muncul Akibat Banjir di Kudus

Media Indonesia • 20 January 2026 16:39

Kudus: Akibat terendam banjir, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kudus mengalami kerusakan parah. Pemerintah daerah mencatat setidaknya ada 3.570 titik kerusakan yang harus segera diperbaiki untuk menghindari kecelakaan dan mengganggu kenyamanan warga.

Banjir yang merendam sejumlah ruas jalan penghubung antarwilayah di Kabupaten Kudus telah surut. Namun, dampaknya muncul berupa kerusakan jalan dengan lubang-lubang menganga yang kedalaman dan diameternya bervariasi.

Selain aspal yang terkelupas, kerusakan di sejumlah ruas jalan juga membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua. Lubang memiliki kedalaman mencapai 10-20 sentimeter dengan diameter 30-100 sentimeter.

"Kami langsung bergerak cepat melakukan perbaikan dengan penambalan ruas jalan yang rusak akibat banjir dan cuaca ekstrem," kata Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris dikutip Media Indonesia, Selasa, 20 Januari 2026.
 


Berdasarkan hasil inventarisasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sam'ani Intakoris mengungkapkan banjir selama 10 hari menyebabkan 3.570 titik lubang dengan berbagai ukuran. Titik-titik tersebut cukup membahayakan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Berdasarkan kerja cepat yang dilakukan, hingga saat ini sudah 1.500 titik lubang di sejumlah ruas jalan diperbaiki. Masih ada 2.000 titik lagi yang sedang dalam proses perbaikan.

"Kami kebut agar semua lubang segera ditambal dan tidak mengganggu pengguna jalan dan mobilisasi warga," tambahnya.


Banjir merendam di Kabupaten Kudus. (MI)

Kerusakan jalan akibat terendam banjir juga terjadi di Jalur Pantura di Kabupaten Kendal. Puluhan lubang menganga menyebabkan pengendara motor maupun mobil harus berhati-hati karena selain berbahaya juga dapat merusak kendaraan.

Kepala DPUPR Kabupaten Kendal, Sudaryanto, mengatakan untuk kerusakan di ruas jalan kabupaten langsung dilakukan perbaikan oleh pemerintah daerah. Bahkan untuk jalan nasional Pantura, saat ini sedang dalam proses penambalan untuk menghindari bahaya serta kenyamanan pengguna jalan.

"Kerusakan jalan Pantura karena tonase kendaraan besar dan diperparah akibat cuaca ekstrem serta terendam banjir beberapa hari lalu. Begitu banjir surut dan kering, proses penambalan langsung dilakukan," ujar Sudaryanto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)