Konvoi pasukan pemerintah Suriah. (Anadolu Agency)
Puluhan Tahanan ISIS Kabur dari Penjara di Tengah Bentrokan Pasukan Suriah dan SDF
Willy Haryono • 20 January 2026 07:24
Damaskus: Puluhan tahanan yang merupakan anggota kelompok Islamic State (ISIS) telah melarikan diri dari sebuah penjara di Suriah di tengah bentrokan antara pasukan pemerintah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di wilayah timur laut negara itu pada Senin, 19 Januari.
SDF merilis sejumlah video yang memperlihatkan apa yang mereka klaim sebagai anggota ISIS dibebaskan dari penjara di Shaddadi oleh sekelompok pria bertopeng. SDF menyatakan kehilangan kendali atas fasilitas tersebut setelah diserang pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah, yang menurut mereka menewaskan atau melukai puluhan orang.
Dilansir dari Guardian, Selasa, 20 Januari 2026, militer Suriah mengonfirmasi terjadinya pelarian tahanan pada Senin malam dan memberlakukan jam malam total di Shaddadi, sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah SANA.
Namun, militer membantah telah menyerang penjara tersebut dan justru menyalahkan SDF atas insiden itu, seraya menyatakan akan menyisir kota untuk memburu para militan yang kabur.
Bentrokan terjadi kurang dari 24 jam setelah Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengatakan pemerintahannya telah menyepakati gencatan senjata dengan SDF dan akan membongkar kendali kelompok itu atas wilayah timur laut Suriah yang telah berlangsung selama satu dekade.
Kekalahan mendadak SDF di wilayah utara Suriah memunculkan pertanyaan tentang kemampuan mereka mempertahankan pengamanan penjara dan kamp yang menampung puluhan ribu pendukung ISIS, baik pria maupun perempuan.
Laporan bentrokan juga muncul di sekitar penjara al-Aqtan prison di Raqqa, yang sebelumnya dikuasai SDF. Dua fasilitas penahanan lain di kota tersebut, Taameer dan sebuah pusat tahanan anak, dilaporkan oleh sumber Kurdi telah dikosongkan oleh warga setempat. Militer Suriah menyatakan telah tiba di al-Aqtan untuk mengamankan lokasi “meski masih terdapat pasukan SDF di dalamnya”.
Sebagian besar tahanan IS lainnya, yang berasal dari sekitar 70 negara termasuk Inggris, masih ditahan di wilayah timur laut Suriah yang mayoritas penduduknya Kurdi. Banyak dari mereka telah ditahan sejak kekalahan teritorial IS pada 2019.
Sebagian besar perempuan dan keluarga pendukung IS ditahan di kamp al-Hawl, yang menampung sekitar 26.000 orang, serta di kamp Roj yang lebih kecil. Sekitar 4.500 tahanan pria dilaporkan ditahan di penjara Panorama atau Gweiran prison.
Baca juga: Pemerintah Suriah Umumkan Gencatan Senjata dan Integrasi dengan SDF