Menlu Filipina Soroti Ketahanan ASEAN Hadapi Krisis Global

Menteri Luar Negeri Filipina Theresa P. Lazaro. Foto: Metrotvnews.com

Menlu Filipina Soroti Ketahanan ASEAN Hadapi Krisis Global

Fajar Nugraha • 23 April 2026 19:00

Jakarta: Menteri Luar Negeri Filipina Theresa P. Lazaro menegaskan, pentingnya memperkuat ketahanan kawasan Asia Tenggara di tengah ketidakpastian global.

Hal itu disampaikannya dalam forum Policy Dialogue yang digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Dalam pidatonya, Lazaro menyoroti dampak konflik global, khususnya di Timur Tengah, yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi dan energi di kawasan. Ia menilai krisis tersebut membuktikan bahwa negara-negara di Asia Tenggara tidak dapat berdiri sendiri dalam menghadapi guncangan geopolitik.

“Krisis di Timur Tengah mungkin terasa jauh secara geografis, tetapi dampaknya dirasakan di setiap stasiun pengisian bahan bakar di Manila dan pasar di Jakarta,” ujar Menlu Lazaro.

Lazaro menekankan bahwa kerja sama regional menjadi kunci untuk menjaga stabilitas. Ia menyebut ASEAN harus memperkuat fondasi hukum internasional, khususnya melalui Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS), sebagai landasan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan kawasan.

Selain itu, Lazaro menggarisbawahi pentingnya “Treaty of Amity and Cooperation” yang telah menjadi pilar perdamaian di Asia Tenggara selama hampir 50 tahun. Menurutnya, prinsip penyelesaian damai, nonintervensi, dan saling menghormati tetap relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini.

Dalam konteks Keketuaan ASEAN 2026, Filipina mengusung tema “Navigating Our Future, Together” dengan tiga prioritas utama. Pertama, memperkuat keamanan melalui dialog dan kepatuhan terhadap hukum internasional. Kedua, membangun ketahanan ekonomi melalui integrasi kawasan dan penguatan rantai pasok. Ketiga, mendorong pemberdayaan masyarakat, termasuk generasi muda.

Lazaro juga menyoroti eratnya hubungan bilateral antara Filipina dan Indonesia yang telah terjalin selama puluhan tahun. Ia menyebut kedua negara sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan, termasuk melalui berbagai kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, dan sosial.

Forum ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 yang akan digelar di Cebu, Filipina, pada Mei 2026. Pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan kawasan di tengah dinamika global yang terus berkembang.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)