PM Inggris Keir Starmer. (Anadolu Agency)
PM Inggris Sebut Penembakan di Acara Gedung Putih Penghinaan terhadap Demokrasi
Willy Haryono • 26 April 2026 18:30
London: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengecam keras insiden penembakan di acara jamuan makan malam Gedung Putih bertajuk White House Correspondents’ Dinner di Hotel Washington Hill pada Sabtu malam, dan menyebutnya sebagai “penghinaan terhadap demokrasi.”
Starmer mengatakan dirinya terkejut dengan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa serangan terhadap institusi demokrasi maupun kebebasan pers harus dikutuk sekeras mungkin.
“Setiap serangan terhadap institusi demokrasi atau kebebasan pers harus dikecam dengan sekeras-kerasnya,” ujarnya, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 26 April 2026.
Ia juga menyebut sebagai “kelegaan besar” bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ibu Negara Melania Trump, serta tamu undangan lainnya selamat dari insiden tersebut.
Penembakan terjadi pada Sabtu malam di Hotel Washington Hilton, lokasi jamuan makan malam tahunan para jurnalis dan pejabat tinggi AS. Seorang tersangka berusia 31 tahun telah diamankan, sementara motif serangan masih dalam penyelidikan.
Dalam insiden itu, seorang petugas Secret Service tertembak namun selamat berkat rompi antipeluru yang dikenakannya. Sejumlah pejabat senior Inggris dari berbagai spektrum politik turut mengecam serangan tersebut.
Wakil Perdana Menteri Inggris, David Lammy, menyebut insiden itu “mengerikan” dan menegaskan bahwa kekerasan politik adalah ancaman terhadap demokrasi.
Menteri Dalam Negeri Inggris, Yvette Cooper, juga menyatakan keterkejutannya dan menyerukan persatuan melawan kekerasan politik. Tokoh oposisi seperti Chris Philp dan Ed Davey turut menyuarakan kecaman serupa.
Trump sendiri menyebut pelaku sebagai “orang yang sangat sakit” dan menilai serangan tersebut sebagai ancaman terhadap Konstitusi Amerika Serikat.
Baca juga: Penembakan Acara Gedung Putih Terjadi di Hotel Tempat Ronald Reagan Ditembak