Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Sebut Pelaku Penembakan di Gedung Putih 'Orang yang Sangat Sakit'
Willy Haryono • 26 April 2026 11:19
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa seorang pria bersenjata "yang sangat sakit" telah menyerbu pos pemeriksaan keamanan di Gedung Putih dengan membawa sejumlah senjata, sebelum akhirnya dilumpuhkan aparat keamanan.
Insiden penembakan ini memicu evakuasi massal di Gedung Putih, di saat Trump bersama Ibu Negara Melania Trump dan sejumlah pejabat lain sedang menjamu jajaran jurnalis di acara makan malam White House Correspondents' Dinner.
“Pelaku kini sepenuhnya telah dikendalikan,” ujar Trump dalam konferensi pers larut malam usai penembakan.
Dikutip dari TRT World, Minggu, 26 April 2026, Trump juga mengonfirmasi bahwa satu petugas keamanan tertembak dalam insiden tersebut, namun kondisinya dilaporkan stabil.
Menurut Trump, tersangka berasal dari California dan diduga bertindak seorang diri.
“Dia orang yang sangat sakit,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa aparat meyakini pelaku merupakan “lone wolf” atau pelaku tunggal.
Saat ditanya apakah dirinya menjadi target serangan, Trump menjawab singkat, “Saya kira begitu.”
Seruan Persatuan Nasional
Trump menggunakan pidatonya untuk menyerukan persatuan nasional di tengah meningkatnya ketegangan politik. “Saya meminta seluruh rakyat Amerika untuk kembali berkomitmen menyelesaikan perbedaan secara damai,” ujarnya.“Kita harus menyelesaikan perbedaan kita.”
Trump memuji respons cepat aparat penegak hukum yang disebutnya “luar biasa”, meski ia mengakui insiden tersebut menjadi pengalaman traumatis bagi Ibu Negara Melania Trump.
Ia juga menegaskan bahwa insiden ini tidak diyakini terkait dengan perang Iran. Trump memastikan acara White House Correspondents’ Dinner akan dijadwalkan ulang.
“Kami akan menggelarnya lagi. Kami tidak akan membiarkan siapa pun mengambil alih masyarakat kita,” tegasnya.