Presiden Prabowo Tinjau Revitalisasi SMAN 1 Cilacap

Presiden Prabowo Subianto. Foto: tangkapan layar

Presiden Prabowo Tinjau Revitalisasi SMAN 1 Cilacap

Siti Yona Hukmana • 29 April 2026 10:41

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto meninjau revitalisasi SMA Negeri 1 Cilacap, Rabu, 29 April 2026 pagi. Berdasarkan tayangan Breaking News Metro TV, terlihat Presiden Prabowo Subianto disambut meriah para siswa sambil menyanyikan lagu selamat datang.

Prabowo tampak didampingi sejumlah kabinet merah putih, salah satunya Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Tampak juga Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut Presiden.

Diketahui, program revitalisasi sekolah merupakan salah satu program hasil terbaik cepat (PHTC) yang bertujuan memperbaiki infrastruktur pendidikan dasar secara masif untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, dan juga nyaman. Berdasarkan data hingga April 2026, pemerintah menargetkan perbaikan fisik untuk total 300 ribu sekolah dalam waktu lima tahun, tepatnya hingga 2029. 

Dengan realisasi sepanjang 2025, pemerintah berhasil merampungkan revitalisasi sebanyak 16.062 sekolah dari target awal 10.000 sekolah. Sementara untuk target di 2026, Presiden menginstruksikan penambahan drastis jumlah sekolah yang direnovasi, yang awalnya 11.700 sekolah, kini menjadi 71.700 sekolah di Tahun 2026.

Program ini juga berdasarkan instruksi Presiden atau Inpres Nomor 7 Tahun 2025 dengan tiga fokus utama. Yakni prioritas wilayah, yang ditamakan bagi sekolah di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta sekolah dengan kondisi sarana-prasarana yang dinilai kritis. 

Presiden Prabowo Subianto meninjau revitalisasi SMA Negeri 1 Cilacap, Rabu, 29 April 2026. Foto: tangkapan layar

Kedua, bagi fasilitas fisik, yaitu perbaikan atap bocor, renovasi ruang kelas yang rusak berat ataupun hampir roboh, hingga pembangunan toilet bersih dan layak, penyediaan sumber air bersih, pembangunan laboratorium, dan perpustakaan.

Selain itu, Presiden fokus pada digitalisasi yang mencakup pengadaan perangkat smart classroom, laptop, dan platform pembelajaran yang bernama ruang mulai. Hal ini memberikan dampak bagi ekonomi lokal, karena melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar sekolah dan menyerap sekitar 238 ribu tenaga kerja hingga Maret 2026.

Tak hanya itu, program ini memberdayakan sekitar 58 ribu UMKM lokal dari penyedia bahan bangunan di sekitar area sekolah. Setelah meninjau revitalisasi sekolah, kepala negara dijadwalkan melakukan groundbreaking terhadap 13 proyek hilirisasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)