TMMD di Cilegon Beri Penyuluhan KB hingga Penanganan Stunting

Kegiatan penyuluhan KB dan penanganan stunting program TMMD ke-128 di Cilegon. Istimewa.

TMMD di Cilegon Beri Penyuluhan KB hingga Penanganan Stunting

Arga Sumantri • 28 April 2026 12:54

Cilegon: Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0623/Cilegon menghadirkan penyuluhan Keluarga Berencana (KB) dan penanganan stunting bagi warga di dua Posyandu, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Senin, 27 April 2026.

Kegiatan sosial tersebut disambut antusias masyarakat, khususnya para ibu yang membawa balita untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis serta edukasi mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Ketua Seksi Sosial Neni Indra hadir mewakili Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Kodim 0623/Cilegon Dewi Imam Buchori. Neni mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat, terutama dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Kami dari Kodim Cilegon menjalankan salah satu program penanganan stunting agar dapat membangun anak-anak yang sehat dengan gizi yang baik,” ujar Neni dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian TMMD ke-128 yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga, pembagian 35 paket sembako, 20 paket makanan siap saji untuk balita, serta 20 paket makanan bergizi khusus bagi anak yang mengalami stunting.

Kegiatan penyuluhan KB dan penanganan stunting program TMMD ke-128 di Cilegon. Istimewa.

Kader Posyandu Pisang Kelurahan Mekarsari, Entin, menyambut baik kegiatan tersebut lantaran turut membantu warga dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan anak.

“Alhamdulillah, saat ini kami dari Posyandu melakukan penyuluhan stunting anak dan KB bagi warga Mekarsari. Jumlah pasti anak stunting saya belum tahu, tetapi memang ada beberapa di daerah ini,” kata Entin.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut, anak-anak yang mengalami stunting dapat kembali tumbuh normal dan menjadi generasi muda yang sehat.

Salah satu warga, Inah, 35, mengaku senang karena kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi para orang tua.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi lebih paham tentang kesehatan anak dan cara mencegah stunting," ujar Inah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)