Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 2 Km

Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 2 km pada Senin pagi, 4 Mei 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 2 Km

Silvana Febiari • 4 May 2026 12:29

Lumajang: Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi, Senin pagi, 4 Mei 2026. Erupsi tersebut disertai awan panas guguran (APG) yang meluncur sejauh 2 kilometer.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur pada pukul 07.44 WIB dengan tinggi kolom letusan abu vulkanik teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 mdpl," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dilansir dari Antara. 

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 12 mm dan durasi sekitar 3 menit 10 detik. 
 


"Letusan Gunung Semeru disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 2 kilometer yang mengarah ke tenggara atau Besuk Kobokan," tuturnya.

Berdasarkan catatan petugas, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu telah mengalami erupsi sebanyak tujuh kali sejak pukul 05.38 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Tinggi letusan berkisar 500 meter hingga 1.200 meter di atas puncak.

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).  


Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 4 kilometer pada Minggu pagi, 19 April 2026. ANTARA/HO-PVMBG


Di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ungkapnya.

Ia juga minta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)