Pasukan Yaman terus berusaha mengalahkan kelompok Houthi. (Anadolu Agency)
Yaman Bertekad Pulihkan Institusi Negara di Tengah Perang Melawan Houthi
Willy Haryono • 14 September 2026 06:11
Sanaa: Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC) Yaman, Rashad al-Alimi, menegaskan pemerintah akan terus berupaya memulihkan institusi negara dan memperluas kedaulatan pemerintah ke seluruh wilayah Yaman di tengah perubahan cepat garis depan pertempuran melawan kelompok Houthi.
Al-Alimi menyampaikan pernyataan tersebut dalam serangkaian percakapan telepon dengan sejumlah anggota PLC, Perdana Menteri Shaya al-Zindani, komandan Wilayah Militer Keempat, para gubernur, serta sejumlah komandan militer pada Minggu.
Pembicaraan tersebut membahas perkembangan terbaru di lapangan, termasuk situasi keamanan, kemanusiaan, serta pelayanan publik di sejumlah wilayah Yaman.
“Jalannya pertempuran nasional besar tidak ditentukan oleh perubahan sementara di satu garis depan,” kata Al-Alimi, seperti dikutip Anadolu Agency, Senin, 14 September 2026.
Dia menegaskan perkembangan di medan perang tidak akan melemahkan kemampuan rakyat dan angkatan bersenjata Yaman untuk memulihkan institusi negara.
Menurut Al-Alimi, arah konflik lebih ditentukan oleh kekuatan tekad, kesatuan tujuan dan pengambilan keputusan, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan dan mengubahnya menjadi peluang untuk memperkuat persatuan.
“Kekuatan negara terletak pada integrasi front militer, keamanan, politik, ekonomi, dan pelayanan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika peta penguasaan wilayah di Yaman kembali mengalami perubahan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Perang Melawan Houthi
Kelompok Houthi mengklaim telah menguasai sejumlah distrik di wilayah Al Hudaydah dan Taiz di pesisir barat Yaman. Kelompok tersebut juga menyatakan menguasai sejumlah pulau di Laut Merah, termasuk Pulau Perim yang berada di Selat Bab al-Mandab.Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman melaporkan kemajuan di Provinsi Al-Jawf yang berbatasan dengan Arab Saudi. Pasukan pemerintah mengklaim telah mendekati Al-Hazm, ibu kota provinsi tersebut.
Pasukan pemerintah juga melaporkan serangkaian serangan udara terhadap target Houthi di Mokha dan wilayah sekitarnya. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi di Provinsi Taiz, Lahj, dan Al-Dhalea.
Menurut laporan pasukan pemerintah, sejumlah kendaraan militer dan persenjataan milik Houthi hancur dalam serangan tersebut.
Pasukan pemerintah juga mengklaim berhasil memukul mundur serangan besar yang dilancarkan Houthi terhadap wilayah Marib.
Konflik Kembali Memanas
Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi kembali meningkat sejak awal Juli setelah kedua pihak relatif berada dalam kondisi lebih tenang selama beberapa tahun.Yaman telah dilanda konflik berkepanjangan sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014.
Perkembangan tersebut kemudian mendorong koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Sejak saat itu, konflik Yaman menjadi salah satu krisis berkepanjangan di kawasan Timur Tengah, dengan dampak yang meluas terhadap kondisi keamanan, politik, ekonomi, dan kemanusiaan negara tersebut.
Baca juga: Yaman Lancarkan 20 Serangan Udara ke Posisi Houthi di Provinsi Al-Bayda