Pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo Solo dengan water bombing. Metrotvnews.com/ Triawati Prihatsari.
KLH Ungkap Gas Metana dan Cuaca Panas Picu Kebakaran TPA
Atalya Puspa • 9 September 2026 08:15
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengungkap sejumlah faktor yang dapat memicu kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah. Salah satunya ialah akumulasi gas metana akibat proses dekomposisi sampah organik yang tidak dikelola secara optimal.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLH Vinda Damayanti merespons kebakaran yang terjadi di sejumlah TPA dalam dua pekan terakhir, di antaranya TPA Putri Cempo, Solo, dan TPA Galuga, Bogor. Dia mengatakan, kondisi TPA yang tidak tertata, khususnya pada lahan urug, meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran.
"Akumulasi gas metana dari proses dekomposisi sampah organik, terutama apabila pengelolaan dan pengendalian gas di TPA belum optimal," kata Vinda kepada Media Indonesia, Rabu, 9 September 2026.
Meski demikian, KLH belum dapat memastikan penyebab spesifik kebakaran di masing-masing lokasi. Penentuan penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran di lapangan.
"Kebakaran di TPA Putri Cempo dan Bogor penyebab kebakaran masih menunggu hasil penelusuran," ungkap Vinda.
Khusus kebakaran di TPA Galuga, Bogor, Vinda menyebut api pada awalnya berasal dari lokasi perkebunan atau ladang di luar area TPA. Api kemudian diduga merambat ke kawasan TPA akibat tiupan angin.

Kobaran melanda kawasan TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 8 September 2026. ANTARA/M Fikri Setiawan.
Saat ini, penanganan difokuskan pada pemadaman titik api sekaligus mencegah meluasnya area terdampak. Pemadaman dilakukan bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, TNI, dan Polri.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyemprotan pada titik-titik api. Termasuk dengan dukungan water bombing dari udara.
Pendinginan juga dilakukan pada area yang tidak terdapat titik api untuk mengantisipasi munculnya kembali kebakaran. Selain itu, petugas membuat sekat kanal untuk mencegah perluasan kebakaran.