Sejumlah masyarakat, karyawan dan petugas keluar saat melihat kepulan asap dari gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr. Soetomo, Surabaya, Jumat (15/5/2026). ANTARA/HO-Command Center 112 Surabaya
RSUD Dr Soetomo: Pasien ICU Meninggal Bukan Akibat Kebakaran
Lukman Diah Sari • 15 May 2026 12:31
Surabaya: Kebakaran terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat pagi, 15 Mei 2026. Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr Soetomo Surabaya Ahmad Suryawan memastikan pasien yang meninggal saat insiden kebakaran bukan karena kebakaran.
“Pasien sebelumnya telah mendapat dukungan tiga alat organ vital, paru-paru, jantung dan ginjal serta dalam persiapan menjalani cuci darah, sehingga pasien meninggal bukan karena asap, karena seluruh alat bantu tetap mendukung mesin saat proses evakuasi,” kata Ahmad Suryawan, Jumat, 15 Mei 2026, melansir Antara.
Selain itu, kata dia, satu pasien lain yang turut dievakuasi dilaporkan dalam kondisi stabil dan kini dirawat di ruang resusitasi. “Alhamdulillah, stabil di ruang resusitasi,” ucapnya.
Ia menambahkan pihak rumah sakit hingga kini masih menunggu hasil investigasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan kepolisian setempat terkait penyebab munculnya asap di lantai lima gedung PPJT. Menurut dia, manajemen belum dapat menyimpulkan sumber pasti kejadian dan tidak ingin berspekulasi.
“Kami tidak berani berspekulasi, nanti teman-teman Damkar yang menyampaikan hasilnya,” ungkap dia.

Ilustrasi kebakaran. (Medcom.id)
Dia mengatakan pihak rumah sakit juga segera melakukan evaluasi terhadap sistem mitigasi kebakaran, termasuk pengecekan tekanan hidran yang digunakan saat proses pemadaman. Ia mengaku simulasi penanganan kebakaran atau code red selama ini rutin dilakukan, sebagai bagian dari standar keselamatan rumah sakit melalui program Hospital Disaster Program (Hosdip).
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya Cita Rosita Sigit Prakoeswa menyebut sekitar 27 pasien terdampak dalam proses evakuasi akibat insiden tersebut dan seluruhnya telah dipindahkan ke lokasi aman. Dia menyebut sebanyak empat petugas rumah sakit mengalami sesak napas akibat terpapar asap saat membantu proses penyelamatan pasien di area kejadian.
“Mereka sudah menggunakan alat pelindung, tetapi harus menerobos area terdampak asap,” kata dia.
Ia menambahkan sebenarnya simulasi dan pengecekan alat keselamatan kebakaran, termasuk APAR dan hidran, dilakukan secara rutin sebagai bagian dari mitigasi.
"Termasuk persiapan akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) yang dijadwalkan pada Agustus besok," jelas dia.