Warga Penajam Paser Utara Tewas Diterkam Buaya saat Sadap Karet

Korban penerkaman buaya di Kabupaten Panajam Paser Utara. MI

Warga Penajam Paser Utara Tewas Diterkam Buaya saat Sadap Karet

Media Indonesia • 12 May 2026 21:38

Penajam Paser Utara: Satu warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, kembali tewas akibat keganasan buaya pada Selasa, 12 Mei 2026. Korban bernama Sebena, 58, seorang perempuan yang tinggal di RT 04, Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, PPU.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Nurlaila, membenarkan insiden tersebut. Kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Laporan masuk ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD pada pukul 13.59 Wita.

Sebelumnya, korban biasanya melakukan aktivitas menoreh atau menyadap pohon karet di kebunnya mulai sekitar pukul 07.00 Wita. Pada hari kejadian, hingga siang hari korban tidak kunjung pulang.

“Biasanya korban pergi menyadap karet di kebunnya dari pagi hari dan baru pulang pada pukul 11.00 Wita. Tetapi hingga sekitar pukul 12.00 Wita korban belum juga tiba di rumahnya,” tutur Nurlaila, Selasa, 12 Mei 2026.

Upaya pencarian dilakukan oleh keluarga dibantu aparat kelurahan dan warga setempat di lokasi menyadap karet. Lokasi tersebut masih berada di kawasan rumah korban. Namun, korban belum ditemukan.

“Karena tidak membuahkan hasil, kemudian Lurah Buluminung melaporkan kejadian ini ke Pusdalops BPBD untuk mendapatkan bantuan pencarian yang lebih optimal,” tegas Nurlaila.
 


Korban Ditemukan di Bendungan PT MHL

Setelah mendapatkan laporan tersebut, tim Pusdalops BPBD PPU langsung berkoordinasi dengan pihak terkait sembari bergerak ke lokasi pencarian. Pencarian dilakukan BPBD bersama pihak keluarga, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kelurahan Buluminung, perwakilan PT Mega Hijau Lestari (MHL), serta warga.

“Setelah dilakukan pencarian secara intensif, korban akhirnya ditemukan di bendungan PT MHL atau sekitar kurang lebih 700 meter dari lokasi korban menyadap karet. Saat ini jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Butong PPU untuk dilakukan penanganan sebelum dimakamkan,” sebut Nurlaila.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Diduga kuat karena diterkam buaya karena terdapat beberapa bagian tubuh yang hilang tercabik-cabik, di antaranya telinga kanan, lengan, dan tangan kanan. Bagian perut hingga ke area punggung mengalami luka terkoyak sehingga bagian dalam organ tubuh keluar.

Dugaan itu diperkuat dengan lokasi tempat korban menyadap karet yang sangat dekat dengan rawa pesisir sungai kecil. Lokasi itu terhubung dengan bendungan PT MHL, tempat ideal buaya mencari mangsa.


BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewaspadai maraknya kemunculan buaya di pemukiman warga (ANTARA/Antara Babel)

“Agar tidak muncul korban kembali, Insyaallah, Rabu (13 Mei) besok kami akan melakukan perburuan buaya ganas tersebut, dengan cara membuka pintu bendungan. Koordinasi pun telah kami lakukan dengan PT MHL agar kegiatan itu bisa terlaksana,” kata Nurlaila.

Sepanjang tahun 2026 hingga Mei, jumlah kasus warga tewas karena diterkam buaya tercatat sebanyak tiga orang. Kejadian pertama pada Februari dengan korban bernama Alben, 63, warga Kelurahan Pemaluan. Insiden kedua pada Mei 2026 dengan korban warga Kelurahan Sepaku bernama Jikram. Korban ketiga adalah Sebena yang ditemukan pada Selasa, 12 Mei.

“Sebelum kejadian ini, kami sudah aktif menyampaikan imbauan kepada warga agar berhati-hati jika beraktivitas di sungai maupun pesisir sungai. Kami juga memasang tanda pemberitahuan di beberapa lokasi rawan buaya. Namun kami akui masih belum maksimal karena kemampuan sumber daya yang ada,” kata Nurlaila.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)