Iran Tegaskan Dunia Tidak Seharusnya Didominasi Satu Kekuatan Sepihak

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. (Anadolu Agency)

Iran Tegaskan Dunia Tidak Seharusnya Didominasi Satu Kekuatan Sepihak

Willy Haryono • 12 May 2026 07:33

Teheran: Iran menegaskan dunia tidak boleh didominasi oleh satu kekuatan sepihak, ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei dalam konferensi pers di Teheran pada Senin, 11 Mei.

Pernyataan disampaikan di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, usai Teheran memberikan proposal balasan kepada Washington yang ditolak oleh Presiden Donald Trump.

“Dunia tidak seharusnya didominasi oleh satu kekuatan sepihak yang mengabaikan norma-norma internasional yang diakui,” tegasnya, seperti dikutip dari Viory, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia juga menuduh AS telah merusak kredibilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Baghaei, Iran tetap berfokus pada kepentingan nasional setelah Teheran menyampaikan respons terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik melalui mediasi Pakistan.

“Satu-satunya hal yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran,” ujarnya.

“Kami tetap fokus pada kepentingan nasional Iran. Kami akan bertindak dengan cara apa pun yang diperlukan sesuai keadaan demi mengejar kepentingan tersebut,” lanjutnya.

Di hari yang sama, Trump menyebut respons Iran terhadap proposal Washington sebagai sesuatu yang “benar-benar tidak dapat diterima.”

Trump juga mengatakan dirinya tengah mempertimbangkan untuk kembali melanjutkan “Freedom Initiative.”

Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Iran telah mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang selanjutnya digantikan putranya, Mojtaba Khamenei. Teheran juga melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan sejumlah negara Teluk.

Pada 8 April, Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan guna membuka ruang negosiasi menuju penyelesaian konflik. Masa gencatan senjata itu kemudian diperpanjang hingga Iran menyerahkan proposalnya, tanpa batas waktu yang jelas.

Putaran pertama negosiasi antara AS dan Iran berlangsung di Islamabad pada 11 April, namun belum menghasilkan kesepakatan.

Sejak itu, Iran memberlakukan pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz, sementara Angkatan Laut AS tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran meski gencatan senjata masih berlaku.

Baca juga:  Tolak Proposal Balasan Iran, Trump Minta Lebih Realistis

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)