Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers terkait update penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Jakarta pada Jumat (2/1/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Korban Meninggal Bencana di Sumatra Bertambah Jadi 1.177 Orang
Lukman Diah Sari • 4 January 2026 18:28
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 1.177 orang per 4 Januari 2026. Angka ini bertambah 10 orang dibandingkan rekapitulasi sebelumnya.
“Tambahan korban jiwa meninggal dunia ini menambah jumlah total dari tiga provinsi. Kemarin, rekapitulasi kita di cut off pukul 16.00 WIB adalah 1.167 jiwa, dan hari ini bertambah 10 menjadi 1.177 jiwa yang meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, 4 Januari 2026, melansir Antara.
Abdul menjelaskan, tambahan korban meninggal dunia itu tersebar di Aceh Utara sebanyak 3 orang, Tapanuli Selatan 5 orang, serta Sumatra Barat 2 orang.
148 Orang Masih Hilang
Ia mengungkapkan tim di lapangan juga menemukan beberapa orang yang sebelumnya dilaporkan hilang. Saat ini tercatat 148 orang masih dalam pencarian.“Hari ini ada pengurangan 17 nama untuk daftar orang hilang yang dikoreksi oleh desa, kecamatan, maupun anggota keluarga. Sehingga, jumlah total rekapitulasi nama korban yang masih dalam daftar pencarian tim SAR gabungan itu 148 jiwa,” ujar Abdul.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers terkait update penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Jakarta pada Jumat (2/1/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
BNPB juga mencatat 242.174 jiwa masih berada di lokasi pengungsian akibat dampak bencana. Di sejumlah daerah, pemerintah daerah memperpanjang status tanggap darurat. Di Aceh, terdapat 10 daerah yang memperpanjang status tersebut, sementara delapan daerah lainnya memasuki masa transisi darurat.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatra Utara, Abdul menyebut tidak ada lagi daerah dengan status tanggap darurat. Sementara di Sumatra Barat, status tanggap darurat masih berlaku di Kabupaten Agam menyusul potensi longsor susulan akibat rekahan tanah yang masih aktif.
“Selain Kabupaten Agam, di Sumatera Barat sudah tidak ada kabupaten/kota yang dalam status tanggap darurat. Jadi, semuanya saat ini sudah dalam transisi darurat. Ada tanggap darurat yang berakhir dan ini tidak diperpanjang,” kata Abdul.