Polisi Swiss: 40 Orang Tewas, 115 Terluka dalam Kebakaran Bar

Kebakaran yang melanda bar di Swiss. Foto: Anadolu

Polisi Swiss: 40 Orang Tewas, 115 Terluka dalam Kebakaran Bar

Fajar Nugraha • 2 January 2026 06:25

Crans-Montana: Polisi Swiss Kamis 1 Januari 2026 merevisi jumlah korban tewas dalam kebakaran di resor ski di Crans-Montana menjadi sekitar 40 orang tewas dan sekitar 115 lainnya luka-luka. Sebelumnya Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyebutkan 47 orang tewas.

Kebakaran yang terjadi di sebuah bar di kota resor ski Crans-Montana pada Malam Tahun Baru, menandai "salah satu tragedi terburuk" yang pernah dialami negara itu.

“Pada saat saya berbicara kepada Anda, kami menghitung sekitar 40 orang yang telah meninggal dan sekitar 115 orang luka-luka, sebagian besar di antaranya serius,” kata komandan polisi kanton Valais, Frederic Gisler, dalam konferensi pers bersama, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 2 Januari 2026.

Angka-angka tersebut, katanya, masih bersifat sementara karena upaya identifikasi masih berlanjut. Ia memperingatkan bahwa mengingat  internasional resor tersebut, warga negara asing diperkirakan akan termasuk di antara para korban.

Presiden Swiss Guy Parmelin, yang baru saja menjabat, menggambarkan kebakaran itu sebagai "salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara kita."

"Di balik angka-angka ini, ada wajah-wajah, nama depan, keluarga, takdir yang secara brutal terputus," kata Parmelin dalam pengarahan tersebut.

"Pemerintah Swiss pertama-tama ingin menyampaikan belasungkawa yang paling tulus kepada keluarga dan orang-orang terkasih para korban,” ucap Parmelin.

Parmelin mengatakan, pemerintah federal bekerja sama erat dengan otoritas kanton untuk memastikan identifikasi korban dan pelaksanaan penyelidikan kriminal "dengan semua profesionalisme, ketelitian, dan ketekunan yang diperlukan," menekankan bahwa Swiss juga bertanggung jawab terhadap "orang-orang yang datang dari luar negeri untuk menghabiskan liburan Natal" di resor tersebut.

Sebagai tindakan simbolis berkabung nasional, Parmelin mengumumkan bahwa bendera di Istana Federal akan diturunkan selama lima hari.

Presiden Dewan Negara Bagian Valais, Mathias Reynard, mengatakan pihak berwenang menyadari bahwa identifikasi korban "mungkin masih membutuhkan waktu," menyebut penantian itu "momen yang tak tertahankan secara manusiawi" bagi keluarga.

Ia memuji petugas tanggap darurat dan staf rumah sakit, mengatakan "keterlibatan, profesionalisme, dan dedikasi mereka patut dicontoh."

Pihak berwenang mengatakan sekitar 150 petugas tanggap darurat, 42 ambulans, 13 helikopter, dan tiga truk tanggap bencana dikerahkan. Sejumlah besar korban luka dibawa ke rumah sakit di Sion, Sierre, Martigny, Jenewa, Lausanne, Fribourg, Bern, dan Zurich, sementara beberapa pasien dipindahkan ke unit perawatan luka bakar khusus.

Swiss juga menerima tawaran bantuan dari luar negeri, dan beberapa negara, termasuk Prancis, Jerman, dan Italia, mengumumkan kesediaan mereka untuk menerima pasien luka bakar parah.

Mengenai penyelidikan penyebab kebakaran, Jaksa Agung Valais, Beatrice Pilloud, mengatakan "instruksi untuk menentukan keadaan kebakaran ini telah dibuka," menambahkan bahwa para ahli forensik dari Zurich telah ditugaskan dan prioritas tetap mengidentifikasi para korban dan mengembalikan jenazah mereka kepada keluarga mereka secepat mungkin.

Pilloud mengatakan, “masih banyak keadaan yang perlu diklarifikasi, dan beberapa hipotesis telah diajukan, dengan teori yang saat ini paling disukai adalah kebakaran besar yang menyebabkan deflagrasi”.

Ucapan Belasungkawa Eropa

Komisaris Eropa untuk Kesetaraan, Kesiapan dan Manajemen Krisis, Hadja Lahbib, menyampaikan simpati kepada para korban dan petugas penyelamat, mengatakan di platform media sosial AS X bahwa Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa telah diaktifkan, dan Brussel sedang berkoordinasi dengan otoritas Swiss untuk memberikan bantuan medis.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan pikirannya bersama para korban, yang terluka, dan keluarga mereka, menyebutnya "menghancurkan" bahwa perayaan Tahun Baru telah berubah menjadi tragedi, dan memuji mereka yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk membantu orang lain.

“Eropa sepenuhnya bersolidaritas dengan Swiss,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di X.

Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot juga menyampaikan “solidaritas terdalam” kepada keluarga para korban dan mengatakan bahwa Belgia menjalin kontak erat dengan pihak berwenang Swiss.

Ia menambahkan, dalam sebuah unggahan di X, bahwa berdasarkan informasi yang tersedia sejauh ini belum ada korban Belgia yang terkonfirmasi, meskipun hal ini belum dapat sepenuhnya dikesampingkan.

Perdana Menteri Belanda Dick Schoof menggambarkan kebakaran itu sebagai tragedi yang “belum pernah terjadi sebelumnya”, dan mengatakan puluhan nyawa telah hilang. “Hari ini, saya menyampaikan belasungkawa saya kepada Presiden Swiss Parmelin. Doa kami bersama semua korban, keluarga mereka, dan rakyat Swiss,” katanya di X.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)