Indonesia Tingkatkan Ekspor dan Penetrasi QRIS ke Negara-negara APEC

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.

Indonesia Tingkatkan Ekspor dan Penetrasi QRIS ke Negara-negara APEC

Husen Miftahudin • 7 February 2026 15:04

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membidik peningkatan ekspor dan penetrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi RI.

"Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan dengan negara-negara APEC ini, kita bisa meningkatkan ekspor kita," kata Airlangga ketika ditemui di sela-sela Opening Ceremony Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC) Meeting I 2026, yang digelar di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 7 Februari 2026.

Airlangga menyampaikan negara-negara APEC merupakan tujuan dari 70 persen ekspor Indonesia. Oleh karena itu, menurut Airlangga, penting bagi Indonesia untuk mendukung agar APEC berjalan dengan baik. "Karena ini (APEC) adalah salah satu ekonomi terbesar," tegas dia.

Ia juga melihat Amerika Serikat dan TIongkok yang merupakan bagian dari APEC. Airlangga menilai kehadiran AS dan Tiongkok merupakan pasar yang sangat strategis bagi Indonesia.

Adapun komoditas-komoditas yang menjadi andalan ekspor Indonesia meliputi logam, kelapa sawit, dan produk-produk yang berasal dari industri padat karya seperti tekstil, furnitur, pakaian, hingga alas kaki. "Kemudian, produk agrikultur juga, seperti udang dan yang lain," ucap Airlangga.
 

Baca juga: Pembiayaan Otomotif Diyakini Bisa Genjot Pertumbuhan Ekonomi


(Ilustrasi penggunaan QRIS - - Foto: dok website QRIS)
 

Tingkatkan penetrasi QRIS


Selain berupaya meningkatkan ekspor ke negara-negara APEC, Indonesia juga berupaya meningkatkan akses pembayaran digital seperti QRIS ke negara-negara APEC.

"Sebetulnya, digitalisasi pembayaran untuk Indonesia itu sudah juga masuk Korea, Jepang, dan Timur Tengah. Tetapi, dengan negara APEC yang lain tentu kami akan dorong," ucap Airlangga.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Sekretariat Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) Eduardo Pedrosa mengatakan penguatan integrasi ekonomi regional menjadi salah satu pembahasan prioritas dalam penyelenggaraan APEC 2026 dengan China sebagai tuan rumah.

Pedrosa menuturkan, dunia usaha memegang peran penting dalam diskusi tingkat menteri maupun pemimpin anggota ekonomi APEC karena komunitas bisnis memahami dinamika langsung kebijakan yang diambil oleh para pemimpin.

Oleh sebab itu, ketertarikan dunia usaha terhadap Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) penting untuk dibahas pada rangkaian pertemuan APEC, guna memastikan adanya integrasi dalam kegiatan bisnis di kawasan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)