Foto udara banjir merendam pemukiman di Desa Karangligar, Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, Minggu, 1 Februari 2026. Berdasarkan data dari BPBD Karawang pada hari kelima belas bahwa banjir masih merendam sebanyak 6.670 rumah di tujuh kecamatan dan 7.732 k
3.368 Warga Karawang Mengungsi Akibat Tanggul Sungai Jebol
Silvana Febiari • 2 February 2026 15:15
Karawang: Sebanyak 3.368 warga mengungsi akibat banjir yang melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Banjir tersebut disebabkan hujan deras yang diperparah dengan jebolnya tanggul sungai.
"Ribuan orang warga mengungsi dalam pendampingan tim petugas gabungan ke beberapa lokasi pengungsian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, dikutip dari Antara, Senin, 2 Februari 2026.
BNPB mengonfirmasi bahwa para pengungsi tersebut merupakan bagian dari total 11.924 orang warga yang terdampak banjir. Banjir ini diperparah dengan jebolnya tanggul sungai di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan.
Baca Juga :
Banjir Genangi Telukjambe Karawang
Peristiwa jebolnya tanggul tersebut sudah berlangsung selama delapan hari. Kondisi ini dinilai butuh penanganan yang cepat dan terukur agar dampaknya tidak meluas.
Saat ini, banjir sudah merendam 15 desa yang berada dalam wilayah administratif di tujuh kecamatan. Salah satunya Kecamatan Cilamaya Wetan - Telukjambe yang dilaporkan paling terdampak.
.jpg)
Kondisi banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat Karawang. (ANTARA/Darryl Ramadhan)
Adapun berdasarkan pantauan tim petugas gabungan saat ini tinggi muka air di beberapa desa di Cimalaya Wetan mencapai 1,5 meter. Warga dievakuasi menggunakan perahu.
Abdul memastikan proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama. Para ahli juga terus melakukan pengkajian untuk mempercepat pemulihan tanggul yang jebol.